Dorong Digitalisasi Aktivitas Kepatuhan Hukum, Mitratel Adopsi Regulatory Compliance System
Jakarta 20 Mei 2025 — PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi terkemuka di Indonesia, secara resmi mengadopsi Regulatory Compliance System (RCS) dari Hukumonline sebagai bagian dari komitmennya dalam memperkuat kepatuhan hukum dan mendorong transformasi digital di bidang tata kelola perusahaan.
Peluncuran ini ditandai melalui acara Seremonial Go-Live Regulatory Compliance System yang berlangsung di Jakarta, dengan dihadiri oleh jajaran direksi Mitratel dan Hukumonline.
Dalam sambutannya, Chief Executive Officer Hukumonline, Arkka Dhiratara menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis bagi Mitratel sebagai perusahaan yang beroperasi di industri yang highly-regulated dan kompleks.
“Bagi kami di Hukumonline, acara ini bukan sekadar seremoni peluncuran platform. Ini adalah momen penting yang mencerminkan komitmen kuat PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk dalam membangun budaya kepatuhan yang berkelanjutan di tengah kompleksitas regulasi yang terus berkembang,” ujar Arkka.
“Dengan Regulatory Compliance System, kami berharap Mitratel dapat memonitor, menjaga, dan meningkatkan efektivitas kepatuhan hukum secara lebih efisien dan berbasis teknologi.” Sebagai perusahaan RegTech yang telah berdiri sejak tahun 2000, Hukumonline terus menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk mendukung profesional hukum dan tim kepatuhan di berbagai sektor. Regulatory Compliance System sendiri merupakan platform yang dikembangkan sejak 2020, bertujuan untuk membantu perusahaan memantau dan mengelola kewajiban hukum secara terintegrasi.
Sementara itu, Mitratel menyatakan bahwa penggunaan sistem ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola perusahaan.
“Mitratel memandang penting penilaian rutin praktik Good Corporate Governance (GCG) Perusahaan berdasarkan standar internasional yang diadopsi dari prinsip-prinsip corporate governance yang dikeluarkan oleh the Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan tertuang dalam prinsip-prinsip GCG yang diatur dalam ASEAN CG Scorecard,” ujar Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko yang akrab disapa Teddy Hartoko.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, hal tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai tren perbaikan kinerja tingkat kepatuhan yang telah dicapai dibandingkan dengan kinerja yang telah dilakukan perusahaan pada tahun sebelumnya. Dengan demikian di masa mendatang, perusahaan dapat mengetahui langkah-langkah atau upaya yang harus dioptimalkan untuk meningkatkan kepatuhan.
Kepatuhan hukum merupakan hal krusial yang menjadi perhatian bagi Mitratel. Digitalisasi aktivitas kepatuhan hukum juga merupakan salah satu langkah strategis yang diambil untuk menjaga kepatuhan hukum perusahaan. Mitratel menyadari bahwa kepatuhan hukum dalam industri telekomunikasi begitu dinamis dan mendapatkan pengawasan ketat.
Oleh karena itu, Teddy Hartoko menjelaskan, Mitratel membutuhkan sistem yang terintegrasi, andal, dan proaktif untuk memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Penggunaan RCS sebagai bagian dari transformasi digital dalam memperkuat tata kelola serta integritas bisnis Mitratel ini sekaligus menjadi yang pertama di lingkup Telkom Group.
“Hal ini merupakan penegasan komitmen Mitratel terhadap prinsip GCG, khususnya aspek compliance dan transparency,” kata Teddy Hartoko. Mitratel berharap kehadiran RCS dapat menjadi bagian dari proses bisnis yang tidak hanya memenuhi kepatuhan, tetapi juga menciptakan efisiensi operasional yang berkelanjutan.
***
Tentang Mitratel
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) bergerak di bidang penyediaan infrastruktur menara telekomunikasi yang memiliki lebih dari 39.000 menara yang tersebar di seluruh Indonesia dan terus berkembang untuk memperkuat konektivitas nasional melalui layanan menara, fiber optik, dan solusi digital terintegrasi
Tentang Hukumonline
Didirikan pada tahun 2000 oleh beberapa praktisi hukum dan pengacara Indonesia terkemuka, Hukumonline bertujuan untuk menjadi solusi satu atap bagi praktisi hukum Indonesia – sebagai sebuah platform regulasi berbasis teknologi (reg-tech) yang mendemokratisasi akses hukum dan memberdayakan para praktisi hukum dengan memberikan pengetahuan hukum dalam banyak bentuk, seperti koleksi regulasi dan putusan pengadilan yang telah diklasifikasikan, analisis dan laporan hukum yang komprehensif, serta artikel-artikel terkait masalah hukum yang mudah dipahami.
Kontak Media
Maria Ardhiati Communications Manager Hukumonline Email: maria.ardhiati@hukumonline.com Telepon: (021) 22708910
Mitratel Delivers Assistance in the Form of Braille Qurans, a Form of Social Concern for the Community
Jakarta– PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) has once again demonstrated its commitment to the principles of Environmental, Social, and Governance (ESG) by distributing aid in the form of 63 Braille copies of the Al-Quran worth IDR 144.6 million to people with sensory disabilities who are blind in collaboration with the National Alms Agency of the Republic of Indonesia (BAZNAS RI).
The symbolic handover of the Braille Qur’an was carried out by the President Director of Mitratel to the Director of BAZNAS RI in Jakarta on Friday (11/4/2025).
Theodorus Ardi Hartoko said that this activity is part of the Mitratel Berbagi program including the participation of all Mitratel employees. The assistance of the Braille Al-Quran mushaf is a form of support for groups with disabilities so that they can obtain equal access in carrying out religious activities, especially reading and understanding the holy book of the Al-Quran.
In addition, this activity is also in line with the social pillar in Mitratel’s sustainability strategy, which focuses on increasing access, empowerment, and equality for all levels of society.
“Through this initiative, we want to ensure that technological progress and development can be enjoyed by all groups, including people with disabilities. Inclusivity is an important part of Mitratel’s ESG commitment,” said Theodorus Ardi Hartoko
With this collaboration, Mitratel hopes to reach more beneficiaries and provide a real impact in improving the quality of life of the community as a whole.
Eka Budi Sulistyo, Director of Empowerment, Services, UPZ and CSR BAZNAS expressed his appreciation to Mitratel for the support provided in the form of Braille Al-Quran to the blind.
The distribution of this aid is a form of concern from BAZNAS RI and Mitratel for people with visual sensory disabilities, by ensuring that they have equal opportunities to read and understand religious teachings.
“BAZNAS welcomes this initiative and is ready to distribute the aid to the blind in various regions. Hopefully this cooperation can continue to grow in the future,” said Eka Budi Sulistyo.
This is not the first time that Mitratel and BAZNAS have collaborated. On the occasion of Eid al-Adha 1445 H last year, Mitratel distributed 100 sacrificial goats to the community in 36 sub-districts in the outermost regions of Indonesia. The implementation of the program received full support from BAZNAS, especially in the procurement of goats and their distribution.
This activity is a form of Mitratel’s concern for all stakeholders and it is hoped that through this activity, the relationship between Mitratel and the community will be further strengthened, especially in the outermost regions of Indonesia, in line with Mitratel’s operational areas and the distribution of Mitratel’s production equipment, which are located throughout Indonesia, from Sabang to Merauke, from urban areas to the outermost regions.
Mitratel Serahkan Bantuan Berupa Al-Qur’an Braille, Bentuk Kepedulian Sosial pada Masyarakat
Jakarta– PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) kembali menunjukkan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penyaluran bantuan sebanyak 63 mushaf Al-Qur’an Braille senilai Rp 144,6 juta kepada penyandang difabel sensorik netra bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI).
Penyerahan Al-Qur’an Braille dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Mitratel kepada Direktur BAZNAS RI di Jakarta pada Jumat (11/4/2025).
Theodorus Ardi Hartoko mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program Mitratel Berbagi termasuk partisipasi seluruh karyawan Mitratel. Bantuan mushaf Al Qur’an Braille merupakan bentuk dukungan terhadap kelompok difabel agar dapat memperoleh akses yang setara dalam menjalankan aktivitas keagamaan, khususnya membaca dan memahami kitab suci Al-Qur’an.
Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan pilar sosial dalam strategi keberlanjutan Mitratel, yang berfokus pada peningkatan akses, pemberdayaan, dan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa kemajuan teknologi dan pembangunan harus dapat dinikmati oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Inklusivitas adalah bagian penting dari komitmen ESG Mitratel,” ujar Theodorus Ardi Hartoko
Dengan kolaborasi ini, Mitratel berharap dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Eka Budi Sulistyo, Direktur Pendayagunaan, layanan, UPZ dan CSR BAZNAS menyampaikan apresiasi kepada Mitratel terhadap dukungan yang diberikan berupa Al-Qur’an Braille kepada para penyandang tunanetra.
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dan Mitratel terhadap penyandang disabilitas sensorik netra, dengan memastikan mereka memiliki kesempatan yang sama untuk membaca dan memahami ajaran agama.
“BAZNAS menyambut baik inisiatif ini dan siap mendistribusikan bantuan tersebut kepada para tunanetra di berbagai daerah. Semoga kerja sama ini dapat terus berkembang di masa mendatang,” ujar Eka Budi Sulistyo.
Kerja sama Mitratel dan BAZNAS bukan kali ini saja dilakukan. Pada momentum hari raya Idul Adha 1445 H tahun lalu, Mitratel membagikan 100 kambing kurban kepada masyarakat di 36 kecamatan yang berada wilayah terluar Indonesia. Pelaksanaan program tersebut mendapatkan dukungan penuh dari BAZNAS, khususnya dalam pengadaan kambing beserta distribusinya.
Adapun kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Mitratel kepada semua stakeholders dan diharapkan melalui kegiatan ini semakin memperkuat hubungan antara Mitratel dan Masyarakat, khususnya di wilayah terluar Indonesia, sejalan dengan wilayah operasional Mitratel dan sebaran alat produksi Mitratel, yang berada di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari wilayah perkotaan hingga wilayah terluar.
Mitratel’s Real Contribution to Support SDGs: Building a Green and Inclusive Economy through Community and Environmental Empowerment
Jakarta – As a company committed to supporting the Sustainable Development Goals (SDGs), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) consistently implements Corporate Social and Environmental Responsibility through various community and environmental empowerment programs, which also serve as the company’s support for the BUMN Bakti Program.
A number of the company’s Community and Environmental Empowerment programs throughout 2024 also target a number of sectors.
In the agricultural sector, Mitratel provided assistance in the form of 1,500 vanilla seedlings to the Lembah Ulu Kasok Forest Farmer Group (KTH), Koto Masjid Village, XIII Koto Kampar District, Kampar Regency, Riau, on Monday, September 23, 2024. This program is a form of the company’s contribution and concern in restoring the ecosystem and empowering farmer groups to improve the economy of communities around forest areas.
Not stopping there, Mitratel also encourages biodiversity by planting 1,000 mangroves on 250 m2 of land on the Tambakrejo Coast, Semarang City, Central Java, which is expected to support the residents of Tambakrejo Village in reducing the risk of seawater abrasion.
From the social side through the Mitratel Berbagi program, the company collected donations of up to IDR 75 million from all company employees to help victims of the flood and landslide disasters in West Sumatra, distributed through the Minang Bandung Indonesia Foundation (YMBI), on May 22, 2024. Mitratel together with Baznas also shared 1,445 packages of kindness in the month of Ramadan 1,445 H to beneficiaries spread across Mitratel’s operational areas, 4 areas and 11 regions in Indonesia, worth IDR 500 million. Mitratel also carried out social activities in special schools (SLB), places of worship, and retirement homes during 2024.
In the health sector, Mitratel conducted a blood donation campaign attended by more than 300 employees in collaboration with Dharmais Cancer Hospital and Forsikatel Group Mitratel (FGM).
Community empowerment in the education sector is developed through equal education. Mitratel provides support for the Solar Panel System developed together with ITB to provide clean renewable energy. Through this program, Mitratel provides a solar panel system at SDN Sukawening Warjabakti, Cimaung District, Bandung Regency, West Java, on September 24, 2024, to help teaching and learning activities.
Mitratel has also innovated and adopted the use of low-carbon construction materials, namely Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) as the main material for building towers that have been successfully implemented in 1 location and Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) as a pole reinforcement material in 20 locations. The use of this material not only reduces the weight of the tower to be lighter, but also significantly reduces carbon emissions.
“We are fully committed to helping create a conducive business climate, by continuing to pay attention to sustainability based on the principles of People, Planet, Profit. Consistently playing an active role in supporting the achievement of SDGs, we are determined to implement the triple bottom line (TBL) principle which emphasizes that success is assessed from the balance of three aspects: economic, environmental and social,” said Teddy.
The company also supports the provision of real-time weather and air quality monitoring solutions (IoT weather and air quality). This service has been tested at the Gelora Bung Karno (GBK) Main Stadium in Jakarta.
Rating ESG
The Company also focuses on supporting the Environmental, Social, and Governance (ESG) program as an inseparable part of the Company’s business development policy.
“We believe in the importance of implementing ESG as part of the company’s business continuity and at the same time providing a positive impact on society,” said Mitratel President Director, Theodorus Ardi Hartoko, who is familiarly called Teddy, in Jakarta (28/2/2025).
In terms of ESG scores, Mitratel received a positive assessment from Morningstar Sustainalytics, a global research institution that focuses on ranking companies in terms of sustainability issues.
Pada Oktober 2024, Sustainalytics mencatat ESG Risk Rating Mitratel di level 19,3 atau kategori risiko rendah (low risk), menempati posisi teratas di industri telekomunikasi di Tanah Air. Secara global, ada lebih dari 15.000 perusahaan dari 42 industri yang dinilai, dimanasemakin rendah angka mencerminkan tingkat risiko yang semakin baik.
In October 2024, Sustainalytics recorded Mitratel’s ESG Risk Rating at 19.3 or low risk category, occupying the top position in the telecommunications industry in the country. Globally, there are more than 15,000 companies from 42 industries assessed, where the lower the number reflects a better level of risk.
Until the third quarter of 2024, Mitratel continues to lead the telecommunications tower industry, with 39,259 towers or an increase of 5.8% annually and supported by fiber optic assets reaching 39,714 km or 36.7% longer than in 2023.
“Mitratel continues to be committed and strives to contribute sustainably to its business ecosystem so that it has a positive impact on society and the environment,” said Teddy.
Kontribusi Nyata Mitratel Dukung SDGs: Membangun Ekonomi Hijau dan Inklusif melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan
Jakarta – Sebagai perusahaan yang berkomitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) secara konsisten menerapkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, yang sekaligus sebagai dukungan perusahaan atas Program Bakti BUMN.
Sejumlah program Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan perseroan di sepanjang tahun 2024 pun menyasar sejumlah sektor.
Di sektor pertanian, Mitratel memberikan bantuan sebanyak 1.500 bibit vanili kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Lembah Ulu Kasok, Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, pada Senin, 23 September 2024. Program ini adalah bentuk kontribusi dan kepedulian perusahaan dalam memulihkan ekosistem dan pemberdayaan kelompok tani guna meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Tak berhenti hingga di situ, Mitratel juga mendorong keanekaragaman hayati dengan melakukan penanaman 1.000 mangrove di lahan seluas 250 m2 di Pesisir Tambakrejo, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang diharapkan dapat mendukung warga Desa Tambakrejo dalam mengurangi risiko abrasi air laut.
Dari sisi sosial lewat program Mitratel berbagi, perseroan mengumpulkan donasi mencapai Rp75 juta dari seluruh karyawan perusahaan demi membantu korban dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, disalurkan melalui Yayasan Minang Bandung Indonesia (YMBI), pada 22 Mei 2024. Mitratel bersama Baznas juga berbagi 1.445 paket kebaikan di bulan Ramadhan 1.445 H kepada penerima manfaat yang tersebar di wilayah operasional Mitratel, 4 area dan 11 regional di Indonesia, senilai Rp500 juta. Mitratel juga melakukan kegiatan sosial di di sekolah luar biasa (SLB), tempat peribadatan, dan rumah pensiun selama tahun 2024.
Di bidang kesehatan, Mitratel melakukan donor darah yang diikuti lebih dari 300 karyawan bekerja sama dengan RS Kanker Dharmais dan Forsikatel Group Mitratel (FGM).
Pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan dikembangkan melalui pemerataan pendidikan. Mitratel menyediakan dukungan Solar Panel System yang dikembangkan bersama dengan ITB untuk menyediakan energi bersih terbarukan. Melalui program ini Mitratel menyediakan sistem solar panel di SDN Sukawening Warjabakti, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 24 September 2024, guna membantu aktivitas belajar mengajar.
Mitratel juga telah berinovasi dan mengadopsi penggunaan material konstruksi rendah karbon, yaitu Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) sebagai material utama untuk membangun tower yang telah berhasil terimplementasi pada 1 lokasi dan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) sebagai bahan perkuatan pole pada 20 lokasi. Penggunaan material ini tidak hanya mengurangi bobot menara menjadi lebih ringan, tetapi juga secara signifikan menurunkan emisi karbon.
“Kami berkomitmen penuh turut menciptakan iklim usaha yang kondusif, dengan terus memperhatikan keberlanjutan yang berlandaskan prinsip People, Planet, Profit. Konsisten berperan aktif mendukung capaian SDGs, kami bertekad menerapkan prinsip triple bottom line (TBL) yang menegaskan kesuksesan dinilai dari keseimbangan pada tiga aspek: ekonomi, lingkungan dan sosial,” kata Teddy.
Perseroan juga mendukung penyediaan solusi pemantauan cuaca dan kualitas udara (IoT weather and air quality) real-time . Layanan ini telah diuji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Rating ESG
Perseroan juga fokus mendukung program Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan dalam pengembangan bisnis perseroan.
“Kami meyakini pentingnya implementasi ESG sebagai bagian dari kelangsungan bisnis perseroan dan sekaligus juga memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, yang akrab disapa Teddy, di Jakarta (28/2/2025).
Dalam hal skor ESG, Mitratel mendapatkan penilaian positif dari Morningstar Sustainalytics, lembaga riset global yang fokus pada pemeringkatan perusahaan dalam hal isu keberlanjutan (sustainability).
Pada Oktober 2024, Sustainalytics mencatat ESG Risk Rating Mitratel di level 19,3 atau kategori risiko rendah (low risk), menempati posisi teratas di industri telekomunikasi di Tanah Air. Secara global, ada lebih dari 15.000 perusahaan dari 42 industri yang dinilai, dimanasemakin rendah angka mencerminkan tingkat risiko yang semakin baik.
“Peringkat risiko ESG mengukur eksposur perusahaan terhadap risiko ESG material dan seberapa baik perusahaan mengelola risiko itu. Eksposur Dayamitra Telekomunikasi adalah rendah, sedangkan manajemen risiko material ESG-nya strong atau kuat,” tulis Sustainalytics, dalam laporan resminya.
Hingga kuartal III-2024, Mitratel melanjutkan kepemimpinan di industri menara telekomunikasi, dengan memiliki 39.259 menara atau bertambah 5,8% secara tahunan dan didukungaset fiber optik yang mencapai 39.714 km atau 36,7% lebih panjang dibandingkan tahun 2023.
“Mitratel terus berkomitmen dan berupaya untuk berkontribusi secara keberlanjutan dalam ekosistem bisnisnya sehingga berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Teddy.
Cetak Kinerja Positif, Laba Bersih Mitratel Tahun 2024 Mencapai Rp 2,11 T
JAKARTA – Strategi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) untuk melanjutkan ekspansi bisnis ekosistem menara secara organik dan inorganik, monetisasi aset menara dan pengelolaan biaya secara lebih efisien, membuahkan hasil positif. Hal ini tercermin pada pencapaian kinerja perseroan sepanjang tahun 2024 yang dipublikasikan hari ini, Kamis (27/3).
Mitratel berhasil membukukan pendapatan Rp9,31 triliun pada tahun 2024, tumbuh 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Bisnis penyewaan menara atau tower leasing masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan dengan nilai Rp7,63 triliun, atau tumbuh 6,9%. Sementara itu, pendapatan dari segmen fiber optic juga terus bertumbuh dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp486 miliar atau meningkat 64,3% dari tahun sebelumnya.
Kenaikan di sisi pendapatan berhasil diimbangi dengan pengelolaan biaya yang lebih efisien. Mitratel berhasil menjaga efektivitas operasional dengan mencatatkan beban operasional Rp1,6 triliun, turun 5,2% dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp1,7 triliun.
Alhasil, perseroan mampu menghasilkan EBITDA senilai Rp7,69 triliun, naik 10,2%. Margin EBITDA pun semakin baik dari 80,4% pada 2023 menjadi 82,7% pada 2024. Sementara itu, laba bersih tumbuh 4,8% dari Rp2,01 triliun menjadi Rp2,11 triliun.
Kinerja keuangan Mitratel yang solid dapat tercapai berkat kinerja operasional yang sangat baik. Pada tahun 2024, Mitratel berhasil menambah 1.390 menara sehingga saat ini memiliki 39.404 menara, atau meningkat 3,7% dari akhir tahun sebelumnya. Dengan kepemilikan sebanyak itu, perseroan terus memantapkan posisinya sebagai Perusahaan Infrastruktur Telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara dari sisi jumlah kepemilikan menara.
Di tengah tren konsolidasi, Mitratel terus mencatatkan kenaikan jumlah kolokasi dari 19.395 pada tahun 2023 menjadi 20.464 tenant pada tahun 2024, atau meningkat 5,5%. Sehingga jumlah tenant juga bertumbuh 4,3% dari 57.409 menjadi 59.868 tenant. Peningkatan ini berdampak pada tenancy ratio yang berada di level 1,52x.
Kontribusi bisnis di luar Jawa tercermin pada pertumbuhan tenant sebesar 5%, lebih tinggi dibandingkan di Jawa yang pertumbuhannya sebesar 3%.
Ekspansi Fiber Optic
Mitratel juga terus mengembangkan portofolio di ekosistem menara, yaitu fiber optik untuk memenuhi kebutuhan operator seluler akan jaringan transport berlatensi rendah seiring dengan perkembangan teknologi 5G. Hal ini tercermin dari pencapaian Mitratel dalam menambah panjang fiber optic sepanjang 18.518 KM selama tahun 2024, baik secara organik maupun inorganik.
Dengan tambahan ini, total panjang fiber optic billable Mitratel sudah mencapai 51.039 KM pada akhir tahun 2024 atau meningkat 56,9% dari tahun lalu.
Sebelumnya pada 2 Desember 2024, Mitratel mengakuisisi PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT), anak usaha PT PP Infrastruktur dari grup PT PP Tbk (PTPP). Akuisisi ini berpotensi meningkatkan pangsa pasar dan pendapatan perseroan mengingat UMT memiliki aset fiber optik sepanjang 8.101 KM dengan billable length 12.524 KM.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) menjelaskan pencapaian tahun 2024 tidak lepas dari ekspansi Mitratel dalam menambah portofolio aset, terutama di luar Jawa. Strategi tersebut sejalan dengan rencana bisnis perusahaan operator seluler yang tengah menggelar ekspansi keluar Jawa, baik untuk memperluas coverage, pangsa pasar hingga meningkatkan kualitas koneksi internet di rural area.
“Di saat yang sama, kami terus mengoptimalkan aset produktif dan memperbanyak penggunaan teknologi digital dalam operasional bisnis. Strategi ini bukan hanya membuat bisnis model kami semakin efisien, namun juga meningkatkan experience pelanggan karena kami mampu menawarkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, optimalisasi aset dan pengelolaan biaya membuat EBITDA Margin kami semakin baik,” kata Teddy.
Teddy menjelaskan, Mitratel akan terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis operator seluler dalam melakukan efisiensi sekaligus membantu mereka ekspansi ke sejumlah wilayah baru pusat pertumbuhan ekonomi.
“Portofolio menara dan fiber kami tersebar merata di seluruh Indonesia. Jaringan infrastruktur yang kami miliki akan memudahkan para operator seluler untuk memperdalam penetrasi pasar dan mengembangkan bisnis, terutama di area rural,” katanya.
Konsolidasi di sektor telekomunikasi, menurut Teddy, akan memberikan dampak positif terhadap iklim kompetisi, yang pada gilirannya memberikan dampak positif terhadap industri infrastruktur penunjang, termasuk penyewaan menara dan fiber optic. Dengan persaingan di industri telekomunikasi yang lebih sehat, kinerja keuangan para operator seluler diharapkan akan lebih kuat, sehingga memiliki kapasitas untuk memperluas coverage sekaligus meningkatkan kualitas jaringan.
“Permintaan untuk sewa menara, fiber optic dan layanan penunjang lainnya bakal meningkat sejalan dengan rencana ekspansi, terutama ke wilayah sentra pertumbuhan ekonomi baru di masa mendatang,” katanya.
Kinerja operasional dan keuangan yang baik didukung oleh struktur permodalan yang kuat, dimana Perseroan memiliki balance sheet yang sehat, dengan tingkat leverage relatif rendah dengan rasio Utang terhadap Ekuitas sebesar 0,54x dan Utang terhadap EBITDA sebesar 2,3x, jauh lebih rendah dibanding industri.
Kembangkan Tower Non Baja, Mitratel Raih Penghargaan GFRP
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) berhasil meraih penghargaan kategori Produk dan Model Bisnis untuk Inovasi Tower Non Baja GFRP pada hari Selasa, 10 Desember 2024. Perusahaan dan emiten pemenang dari penghargaan ini dianggap berhasil melakukan inovasi berkelanjutan yang bermanfaat bagi semua pihak
Inovasi Tower Non Baja GFRP merupakan wujud komitmen Mitratel dalam mendorong implementasi ESG melalui operasional bisnisnya. Salah satu strateginya adalah dengan memperbanyak jumlah menara yang menggunakan material ramah lingkungan demi menekan kadar gas rumah kaca atau emisi karbon.
Komitmen emisi nol bersih merupakan bagian terpenting dari Deklarasi Bali yang disepakati pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Pulau Dewata, tahun 2022 silam. Setiap negara menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan menyusun peta jalan (roadmap) dengan target yang terukur. Indonesia menaikkan target pengurangan emisi menjadi 31,89% di tahun 2030 mendatang.
Sejak Deklarasi Bali, pemerintah bersama korporasi menempuh berbagai cara untuk menunjukkan komitmen terhadap agenda ekonomi berkelanjutan berbasis lingkungan. Mulai dari memperbaiki proses produksi, penggunaan bahan baku ramah lingkungan, mengurangi pemakaian energi fosil hingga mengganti kendaraan operasional dari bensin ke listrik.
Mitratel memilih fokus pada menara ramah lingkungan karena dapat menurunkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah signifikan secara cepat. Selain itu, menara adalah aset utama perusahaan sekaligus alat produksi terpenting dalam mendatangkan revenue. Apabila penggunaan menara ramah lingkungan (green tower) berhasil ditingkatkan, Mitratel bukan hanya lebih cepat mencapai emisi nol bersih, juga menjadi perusahaan terdepan dalam menerapkan prinsip ESG berstandar tinggi.
Menara model baru ini menggunakan glass fiber reinforced polymer (GFRP) sebagai pengganti besi dan baja untuk konstruksi. GFRP adalah bahan komposit yang terdiri dari serat gelas dan resin. Menara berbahan baku GFRP sudah teruji mampu menggendong antenna dan perangkat telekomunikasi lainnya.
Material GFRP bukan berasal dari besi dan baja sehingga tidak butuh energi fosil sebagai alat pembakaran/peleburan. Material GFRP dihasilkan dari Senyawa Concentrate GFRP dengan Resin (biasa disebut perekat). Menara berbahan baku GFRP memiliki bobot 60% lebih ringan dibandingkan bobot menara dari besi baja.
Bobot menara yang ringan akan berdampak juga terhadap kebutuhan konsumsi BBM dan penggunaan energi listrik pada saat operasional pembangunan menara. “Biaya perawatannya juga rendah dan dapat diperbaiki dengan mudah karena tidak ada sambungan permanen. Jadi selain lebih ramah lingkungan, juga lebih murah biayanya,” kata Agus Winarno, Direktur Bisnis Mitratel.
Mitratel sudah menguji kualitas menara berbahan GFRP sejak Juli 2023. Yayasan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri – Institut Teknologi Bandung (Yayasan LAPI ITB) dalam laporan risetnya pada tanggal 4 Maret 2024 menyatakan bahwa menara GFRP telah memenuhi syarat material.
Dengan menerapkan GFRP di satu menara rooftop, Mitratel dapat mengurangi penggunaan baja sebesar 1.748 Kg atau setara dengan pengurangan karbon sebesar 3,2338 ton CO2. Angka ini mengacu pada angka jejak karbon rata rata tertimbang menurut McKinsey dan Asosiasi Baja Dunia.
Dengan asumsi terdapat 265 menara Mitratel yang menggunakan GFRP, maka total pengurangan karbon (carbon reduction) mencapai 856,96 ton CO2 sehingga Mitratel dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon nasional sebesar 0,00036%. “Kedepannya, kami telah menyusun strategi terkait implementasi penggunaan GFRP, diantaranya menjalin kolaborasi dengan mitra strategis, mendorong implementasi 5G, meningkatkan kerjasama dengan pabrikan, dan memperbanyak menara-menara yang menggunakan bahan ramah lingkungan.” kata Agus Winarno.
Mitratel Achieves ISO 37001:2016 Certification, Strengthening Commitment to Anti-Corruption and Governance with Integrity
Jakarta, 16 December 2024 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), as the #1 Digital InfraCo Market Leader in Asia-Pacific, continues to show real commitment to realizing a clean, transparent and integrity business. This step was realized through the Anti-Corruption Commitment Declaration and the acquisition of ISO 37001:2016 certification – Anti-Bribery Management System, as concrete evidence of Mitratel’s commitment to fighting corruption.
ISO 37001:2016 is an international standard designed to prevent, detect and respond to acts of bribery in the public, private and non-profit sectors. In the audit process involving independent auditors, Mitratel succeeded in fulfilling all requirements through two audit stages, namely Document Review and Initial Assessment.
Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) as President Director of Mitratel stated, “This achievement is not just certification, but our strategic step in building a structured, credible and sustainable anti-corruption culture. With ISO 37001:2016, we ensure that all company operational processes have effective bribery risk control.”
More than that, ISO 37001:2016 certification provides a number of benefits for Mitratel, including:
1. Prevent and detect potential bribery practices,
2. Provide minimum anti-bribery management system guidelines,
3. Building guarantees to management, employees, investors and customers that Mitratel applies the principles of clean governance and integrity.
Anti-Corruption and Governance Commitment
Mitratel as a digital telecommunications infrastructure company which has more than 39,000 towers and more than 39,000 KM of fiber optic as of the end of September 2024, ensures that anti-corruption practices are the foundation in serving customers and business partners. This was reflected in the signing of the Anti-Corruption Commitment Declaration, which was held to coincide with World Anti-Corruption Day (HAKORDIA) on December 9 2024.
As a consolidator and catalyst for the telecommunications industry in Indonesia, Mitratel continues to focus on continuous improvement through international management certification.
“Committed to supporting the Indonesian government’s plan to provide equal access to high-quality telecommunications for all communities, Mitratel is the main driver of technology inclusion to all corners of the country. “For this reason, this certification will further strengthen our position as a telecommunications infrastructure company that is trusted and has integrity,” added Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) as President Director of Mitratel.
Mitratel Raih Sertifikasi ISO 37001:2016, Perkuat Komitmen Anti Korupsi dan Tata Kelola Berintegritas
Jakarta, 16 Desember 2024 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), sebagai Market Leader Digital InfraCo #1 di Asia-Pacific, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan bisnis yang bersih, transparan, dan berintegritas. Langkah ini diwujudkan melalui Deklarasi Komitmen Anti Korupsi serta perolehan sertifikasi ISO 37001:2016 – Sistem Manajemen Anti Penyuapan, sebagai bukti konkret komitmen Mitratel dalam melawan korupsi.
ISO 37001:2016 merupakan standar internasional yang dirancang untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons tindakan penyuapan di sektor publik, swasta, dan organisasi nirlaba. Dalam proses audit yang melibatkan auditor independen, Mitratel berhasil memenuhi seluruh persyaratan melalui dua tahap audit, yakni Document Review dan Initial Assessment.
Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) as President Director of Mitratel stated, “This achievement is not just certification, but our strategic step in building a structured, credible and sustainable anti-corruption culture. With ISO 37001:2016, we ensure that all company operational processes have effective bribery risk control.”
Lebih dari itu, sertifikasi ISO 37001:2016 memberikan sejumlah manfaat bagi Mitratel, di antaranya:
1. Mencegah dan mendeteksi potensi praktik penyuapan,
2. Memberikan panduan minimum sistem manajemen antipenyuapan,
3. Membangun jaminan kepada manajemen, karyawan, investor, dan pelanggan bahwa Mitratel menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang bersih dan berintegritas.
Komitmen Anti Korupsi dan Tata Kelola
Mitratel sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi digital yang memiliki lebih dari 39.000 menara dan lebih dari 39.000 KM fiber optic per akhir September 2024, memastikan bahwa praktik anti korupsi menjadi fondasi dalam melayani pelanggan dan mitra bisnis. Hal ini tercermin pada saat penandatanganan Deklarasi Komitmen Anti Korupsi, yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) pada 9 Desember 2024.
Sebagai konsolidator dan katalisator industri telekomunikasi di Indonesia, Mitratel terus berfokus pada perbaikan berkelanjutan melalui sertifikasi manajemen internasional.
“Berkomitmen mendukung rencana pemerintah Indonesia untuk memberikan akses yang merata terhadap telekomunikasi berkualitas tinggi bagi seluruh masyarakat, Mitratel menjadi penggerak utama inklusi teknologi hingga ke pelosok negeri. Untuk itu, sertifikasi ini akan semakin memperkuat posisi kami sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang terpercaya dan berintegritas,” tambah Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) selaku Direktur Utama Mitratel.
Mitratel Posts Net Profit of IDR 1.53 Trillion, Grows 7.1%
JAKARTA – Facing challenges and competition in the service industry telecommunications, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) continues to push healthy and sustainable performance growth by strengthening fundamentals and improve efficiency. The company is also adapting various latest technological developments to answer market needs.
Performance growth is reflected in the achievements in the third quarter of 2024. Company posted revenue of IDR 6.82 trillion, growing 8.7% in comparison the same period last year (year on year/yoy).
The company’s revenue growth was driven by equipment improvements production, especially in tower rental business revenue, grew 8.5% compared to the same period last year. Fiber optic business recorded revenue growth of 89.5% over the same time period.
The Company continues to accelerate the growth of this business segment, both organically and inorganic by carrying out a series of asset acquisitions. By Slowly, the fiber optic business has become a new source of income promising.
“Even though it only contributes 4% of total revenue, the fiber optic business continues shows encouraging development. We are focused on the future develop this business, in addition to continuing to increase market share in the business towers and spur the application of cutting-edge technology across all business lines,” said Mitratel President Director Theodorus Ardi Hartoko, familiarly known as Teddy.
Revenue growth is in line with improved operational performance which can be seen in the increase in the number of towers, fiber optics, collocation and tenant (tenant). The tenancy ratio figure also improved to 1.51x if compared to last year in the same period of 1.50x. This matter shows the company is able to optimize assets and is successful balancing expansion needs with the number of tenants.
Mitratel has 39,259 towers as of the third quarter of 2024, an increase of 5.8% annual. Meanwhile fiber optic assets reached 39,714 km, or 36.7% more longer than last year. As assets grow, so does the number of tenants also increased 6.7% to 59,431 tenants and colocation also rose 8.4%.
“This data shows the investment we have made over several years then, especially in areas outside Java, it continues to produce positive results. We ready to become a strategic partner for the telecommunications operator industry, both in carry out consolidation or expansion to a number of central areas new growth,” said Teddy.
Teddy explained the number of Mitratel towers spread across Java reaching 16,113 units as of the end of September 2024, or accounting for 41% of total. Meanwhile, the remaining 11,337 towers are located in Sumatra (28.9%), Sulawesi with 3,648 towers (9.3%), Kalimantan with 3,772 towers (9.6%), Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra) with 2,657 towers (6.8%), Maluku and Papua as many as 1,732 towers (4.4%). In total, the asset portion towers outside Java reached 59%.
“In the midst of the telco operator industry consolidation trend and expansion agenda them to a number of areas that are developing digital infrastructure what we have now is an advantage in itself. You could say, this This is a blessing from our consistency in carrying out government assignments to ensure equal distribution of telecommunications access throughout the country since several years ago,” said Teddy.
Apart from spurring asset growth and adding new tenants, the company also continue to improve efficiency in all business processes by optimize the use of digital technology. Among other things, implementation OneFlux application that simplifies internal processes at once maximize service to customers.
Digitalization applied in various lines, especially marketing, makes it easier for tenants to rent towers and fiber that suits your needs.
The ability to balance costs and revenues has an impact increased EBITDA by 12.1% to IDR 5.67 trillion, so EBITDA Margin was recorded at 83.1%. After deducting taxes, interest charges, fees depreciation and amortization, the company posted a net profit of IDR 1.532 trillion as of the end of September 2024, growing 7.1%. This net profit is obtained reflecting a margin level of 22.5%.