Mitratel’s Real Contribution to Support SDGs: Building a Green and Inclusive Economy through Community and Environmental Empowerment
Jakarta – As a company committed to supporting the Sustainable Development Goals (SDGs), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) consistently implements Corporate Social and Environmental Responsibility through various community and environmental empowerment programs, which also serve as the company’s support for the BUMN Bakti Program.
A number of the company’s Community and Environmental Empowerment programs throughout 2024 also target a number of sectors.
In the agricultural sector, Mitratel provided assistance in the form of 1,500 vanilla seedlings to the Lembah Ulu Kasok Forest Farmer Group (KTH), Koto Masjid Village, XIII Koto Kampar District, Kampar Regency, Riau, on Monday, September 23, 2024. This program is a form of the company’s contribution and concern in restoring the ecosystem and empowering farmer groups to improve the economy of communities around forest areas.
Not stopping there, Mitratel also encourages biodiversity by planting 1,000 mangroves on 250 m2 of land on the Tambakrejo Coast, Semarang City, Central Java, which is expected to support the residents of Tambakrejo Village in reducing the risk of seawater abrasion.
From the social side through the Mitratel Berbagi program, the company collected donations of up to IDR 75 million from all company employees to help victims of the flood and landslide disasters in West Sumatra, distributed through the Minang Bandung Indonesia Foundation (YMBI), on May 22, 2024. Mitratel together with Baznas also shared 1,445 packages of kindness in the month of Ramadan 1,445 H to beneficiaries spread across Mitratel’s operational areas, 4 areas and 11 regions in Indonesia, worth IDR 500 million. Mitratel also carried out social activities in special schools (SLB), places of worship, and retirement homes during 2024.
In the health sector, Mitratel conducted a blood donation campaign attended by more than 300 employees in collaboration with Dharmais Cancer Hospital and Forsikatel Group Mitratel (FGM).
Community empowerment in the education sector is developed through equal education. Mitratel provides support for the Solar Panel System developed together with ITB to provide clean renewable energy. Through this program, Mitratel provides a solar panel system at SDN Sukawening Warjabakti, Cimaung District, Bandung Regency, West Java, on September 24, 2024, to help teaching and learning activities.
Mitratel has also innovated and adopted the use of low-carbon construction materials, namely Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) as the main material for building towers that have been successfully implemented in 1 location and Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) as a pole reinforcement material in 20 locations. The use of this material not only reduces the weight of the tower to be lighter, but also significantly reduces carbon emissions.
“We are fully committed to helping create a conducive business climate, by continuing to pay attention to sustainability based on the principles of People, Planet, Profit. Consistently playing an active role in supporting the achievement of SDGs, we are determined to implement the triple bottom line (TBL) principle which emphasizes that success is assessed from the balance of three aspects: economic, environmental and social,” said Teddy.
The company also supports the provision of real-time weather and air quality monitoring solutions (IoT weather and air quality). This service has been tested at the Gelora Bung Karno (GBK) Main Stadium in Jakarta.
Rating ESG
The Company also focuses on supporting the Environmental, Social, and Governance (ESG) program as an inseparable part of the Company’s business development policy.
“We believe in the importance of implementing ESG as part of the company’s business continuity and at the same time providing a positive impact on society,” said Mitratel President Director, Theodorus Ardi Hartoko, who is familiarly called Teddy, in Jakarta (28/2/2025).
In terms of ESG scores, Mitratel received a positive assessment from Morningstar Sustainalytics, a global research institution that focuses on ranking companies in terms of sustainability issues.
Pada Oktober 2024, Sustainalytics mencatat ESG Risk Rating Mitratel di level 19,3 atau kategori risiko rendah (low risk), menempati posisi teratas di industri telekomunikasi di Tanah Air. Secara global, ada lebih dari 15.000 perusahaan dari 42 industri yang dinilai, dimanasemakin rendah angka mencerminkan tingkat risiko yang semakin baik.
In October 2024, Sustainalytics recorded Mitratel’s ESG Risk Rating at 19.3 or low risk category, occupying the top position in the telecommunications industry in the country. Globally, there are more than 15,000 companies from 42 industries assessed, where the lower the number reflects a better level of risk.
Until the third quarter of 2024, Mitratel continues to lead the telecommunications tower industry, with 39,259 towers or an increase of 5.8% annually and supported by fiber optic assets reaching 39,714 km or 36.7% longer than in 2023.
“Mitratel continues to be committed and strives to contribute sustainably to its business ecosystem so that it has a positive impact on society and the environment,” said Teddy.
Kontribusi Nyata Mitratel Dukung SDGs: Membangun Ekonomi Hijau dan Inklusif melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan
Jakarta – Sebagai perusahaan yang berkomitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) secara konsisten menerapkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, yang sekaligus sebagai dukungan perusahaan atas Program Bakti BUMN.
Sejumlah program Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan perseroan di sepanjang tahun 2024 pun menyasar sejumlah sektor.
Di sektor pertanian, Mitratel memberikan bantuan sebanyak 1.500 bibit vanili kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Lembah Ulu Kasok, Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, pada Senin, 23 September 2024. Program ini adalah bentuk kontribusi dan kepedulian perusahaan dalam memulihkan ekosistem dan pemberdayaan kelompok tani guna meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Tak berhenti hingga di situ, Mitratel juga mendorong keanekaragaman hayati dengan melakukan penanaman 1.000 mangrove di lahan seluas 250 m2 di Pesisir Tambakrejo, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang diharapkan dapat mendukung warga Desa Tambakrejo dalam mengurangi risiko abrasi air laut.
Dari sisi sosial lewat program Mitratel berbagi, perseroan mengumpulkan donasi mencapai Rp75 juta dari seluruh karyawan perusahaan demi membantu korban dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, disalurkan melalui Yayasan Minang Bandung Indonesia (YMBI), pada 22 Mei 2024. Mitratel bersama Baznas juga berbagi 1.445 paket kebaikan di bulan Ramadhan 1.445 H kepada penerima manfaat yang tersebar di wilayah operasional Mitratel, 4 area dan 11 regional di Indonesia, senilai Rp500 juta. Mitratel juga melakukan kegiatan sosial di di sekolah luar biasa (SLB), tempat peribadatan, dan rumah pensiun selama tahun 2024.
Di bidang kesehatan, Mitratel melakukan donor darah yang diikuti lebih dari 300 karyawan bekerja sama dengan RS Kanker Dharmais dan Forsikatel Group Mitratel (FGM).
Pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan dikembangkan melalui pemerataan pendidikan. Mitratel menyediakan dukungan Solar Panel System yang dikembangkan bersama dengan ITB untuk menyediakan energi bersih terbarukan. Melalui program ini Mitratel menyediakan sistem solar panel di SDN Sukawening Warjabakti, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 24 September 2024, guna membantu aktivitas belajar mengajar.
Mitratel juga telah berinovasi dan mengadopsi penggunaan material konstruksi rendah karbon, yaitu Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) sebagai material utama untuk membangun tower yang telah berhasil terimplementasi pada 1 lokasi dan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) sebagai bahan perkuatan pole pada 20 lokasi. Penggunaan material ini tidak hanya mengurangi bobot menara menjadi lebih ringan, tetapi juga secara signifikan menurunkan emisi karbon.
“Kami berkomitmen penuh turut menciptakan iklim usaha yang kondusif, dengan terus memperhatikan keberlanjutan yang berlandaskan prinsip People, Planet, Profit. Konsisten berperan aktif mendukung capaian SDGs, kami bertekad menerapkan prinsip triple bottom line (TBL) yang menegaskan kesuksesan dinilai dari keseimbangan pada tiga aspek: ekonomi, lingkungan dan sosial,” kata Teddy.
Perseroan juga mendukung penyediaan solusi pemantauan cuaca dan kualitas udara (IoT weather and air quality) real-time . Layanan ini telah diuji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Rating ESG
Perseroan juga fokus mendukung program Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan dalam pengembangan bisnis perseroan.
“Kami meyakini pentingnya implementasi ESG sebagai bagian dari kelangsungan bisnis perseroan dan sekaligus juga memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, yang akrab disapa Teddy, di Jakarta (28/2/2025).
Dalam hal skor ESG, Mitratel mendapatkan penilaian positif dari Morningstar Sustainalytics, lembaga riset global yang fokus pada pemeringkatan perusahaan dalam hal isu keberlanjutan (sustainability).
Pada Oktober 2024, Sustainalytics mencatat ESG Risk Rating Mitratel di level 19,3 atau kategori risiko rendah (low risk), menempati posisi teratas di industri telekomunikasi di Tanah Air. Secara global, ada lebih dari 15.000 perusahaan dari 42 industri yang dinilai, dimanasemakin rendah angka mencerminkan tingkat risiko yang semakin baik.
“Peringkat risiko ESG mengukur eksposur perusahaan terhadap risiko ESG material dan seberapa baik perusahaan mengelola risiko itu. Eksposur Dayamitra Telekomunikasi adalah rendah, sedangkan manajemen risiko material ESG-nya strong atau kuat,” tulis Sustainalytics, dalam laporan resminya.
Hingga kuartal III-2024, Mitratel melanjutkan kepemimpinan di industri menara telekomunikasi, dengan memiliki 39.259 menara atau bertambah 5,8% secara tahunan dan didukungaset fiber optik yang mencapai 39.714 km atau 36,7% lebih panjang dibandingkan tahun 2023.
“Mitratel terus berkomitmen dan berupaya untuk berkontribusi secara keberlanjutan dalam ekosistem bisnisnya sehingga berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Teddy.
Cetak Kinerja Positif, Laba Bersih Mitratel Tahun 2024 Mencapai Rp 2,11 T
JAKARTA – Strategi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) untuk melanjutkan ekspansi bisnis ekosistem menara secara organik dan inorganik, monetisasi aset menara dan pengelolaan biaya secara lebih efisien, membuahkan hasil positif. Hal ini tercermin pada pencapaian kinerja perseroan sepanjang tahun 2024 yang dipublikasikan hari ini, Kamis (27/3).
Mitratel berhasil membukukan pendapatan Rp9,31 triliun pada tahun 2024, tumbuh 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Bisnis penyewaan menara atau tower leasing masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan dengan nilai Rp7,63 triliun, atau tumbuh 6,9%. Sementara itu, pendapatan dari segmen fiber optic juga terus bertumbuh dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp486 miliar atau meningkat 64,3% dari tahun sebelumnya.
Kenaikan di sisi pendapatan berhasil diimbangi dengan pengelolaan biaya yang lebih efisien. Mitratel berhasil menjaga efektivitas operasional dengan mencatatkan beban operasional Rp1,6 triliun, turun 5,2% dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp1,7 triliun.
Alhasil, perseroan mampu menghasilkan EBITDA senilai Rp7,69 triliun, naik 10,2%. Margin EBITDA pun semakin baik dari 80,4% pada 2023 menjadi 82,7% pada 2024. Sementara itu, laba bersih tumbuh 4,8% dari Rp2,01 triliun menjadi Rp2,11 triliun.
Kinerja keuangan Mitratel yang solid dapat tercapai berkat kinerja operasional yang sangat baik. Pada tahun 2024, Mitratel berhasil menambah 1.390 menara sehingga saat ini memiliki 39.404 menara, atau meningkat 3,7% dari akhir tahun sebelumnya. Dengan kepemilikan sebanyak itu, perseroan terus memantapkan posisinya sebagai Perusahaan Infrastruktur Telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara dari sisi jumlah kepemilikan menara.
Di tengah tren konsolidasi, Mitratel terus mencatatkan kenaikan jumlah kolokasi dari 19.395 pada tahun 2023 menjadi 20.464 tenant pada tahun 2024, atau meningkat 5,5%. Sehingga jumlah tenant juga bertumbuh 4,3% dari 57.409 menjadi 59.868 tenant. Peningkatan ini berdampak pada tenancy ratio yang berada di level 1,52x.
Kontribusi bisnis di luar Jawa tercermin pada pertumbuhan tenant sebesar 5%, lebih tinggi dibandingkan di Jawa yang pertumbuhannya sebesar 3%.
Ekspansi Fiber Optic
Mitratel juga terus mengembangkan portofolio di ekosistem menara, yaitu fiber optik untuk memenuhi kebutuhan operator seluler akan jaringan transport berlatensi rendah seiring dengan perkembangan teknologi 5G. Hal ini tercermin dari pencapaian Mitratel dalam menambah panjang fiber optic sepanjang 18.518 KM selama tahun 2024, baik secara organik maupun inorganik.
Dengan tambahan ini, total panjang fiber optic billable Mitratel sudah mencapai 51.039 KM pada akhir tahun 2024 atau meningkat 56,9% dari tahun lalu.
Sebelumnya pada 2 Desember 2024, Mitratel mengakuisisi PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT), anak usaha PT PP Infrastruktur dari grup PT PP Tbk (PTPP). Akuisisi ini berpotensi meningkatkan pangsa pasar dan pendapatan perseroan mengingat UMT memiliki aset fiber optik sepanjang 8.101 KM dengan billable length 12.524 KM.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) menjelaskan pencapaian tahun 2024 tidak lepas dari ekspansi Mitratel dalam menambah portofolio aset, terutama di luar Jawa. Strategi tersebut sejalan dengan rencana bisnis perusahaan operator seluler yang tengah menggelar ekspansi keluar Jawa, baik untuk memperluas coverage, pangsa pasar hingga meningkatkan kualitas koneksi internet di rural area.
“Di saat yang sama, kami terus mengoptimalkan aset produktif dan memperbanyak penggunaan teknologi digital dalam operasional bisnis. Strategi ini bukan hanya membuat bisnis model kami semakin efisien, namun juga meningkatkan experience pelanggan karena kami mampu menawarkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, optimalisasi aset dan pengelolaan biaya membuat EBITDA Margin kami semakin baik,” kata Teddy.
Teddy menjelaskan, Mitratel akan terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis operator seluler dalam melakukan efisiensi sekaligus membantu mereka ekspansi ke sejumlah wilayah baru pusat pertumbuhan ekonomi.
“Portofolio menara dan fiber kami tersebar merata di seluruh Indonesia. Jaringan infrastruktur yang kami miliki akan memudahkan para operator seluler untuk memperdalam penetrasi pasar dan mengembangkan bisnis, terutama di area rural,” katanya.
Konsolidasi di sektor telekomunikasi, menurut Teddy, akan memberikan dampak positif terhadap iklim kompetisi, yang pada gilirannya memberikan dampak positif terhadap industri infrastruktur penunjang, termasuk penyewaan menara dan fiber optic. Dengan persaingan di industri telekomunikasi yang lebih sehat, kinerja keuangan para operator seluler diharapkan akan lebih kuat, sehingga memiliki kapasitas untuk memperluas coverage sekaligus meningkatkan kualitas jaringan.
“Permintaan untuk sewa menara, fiber optic dan layanan penunjang lainnya bakal meningkat sejalan dengan rencana ekspansi, terutama ke wilayah sentra pertumbuhan ekonomi baru di masa mendatang,” katanya.
Kinerja operasional dan keuangan yang baik didukung oleh struktur permodalan yang kuat, dimana Perseroan memiliki balance sheet yang sehat, dengan tingkat leverage relatif rendah dengan rasio Utang terhadap Ekuitas sebesar 0,54x dan Utang terhadap EBITDA sebesar 2,3x, jauh lebih rendah dibanding industri.
Kembangkan Tower Non Baja, Mitratel Raih Penghargaan GFRP
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) berhasil meraih penghargaan kategori Produk dan Model Bisnis untuk Inovasi Tower Non Baja GFRP pada hari Selasa, 10 Desember 2024. Perusahaan dan emiten pemenang dari penghargaan ini dianggap berhasil melakukan inovasi berkelanjutan yang bermanfaat bagi semua pihak
Inovasi Tower Non Baja GFRP merupakan wujud komitmen Mitratel dalam mendorong implementasi ESG melalui operasional bisnisnya. Salah satu strateginya adalah dengan memperbanyak jumlah menara yang menggunakan material ramah lingkungan demi menekan kadar gas rumah kaca atau emisi karbon.
Komitmen emisi nol bersih merupakan bagian terpenting dari Deklarasi Bali yang disepakati pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Pulau Dewata, tahun 2022 silam. Setiap negara menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan menyusun peta jalan (roadmap) dengan target yang terukur. Indonesia menaikkan target pengurangan emisi menjadi 31,89% di tahun 2030 mendatang.
Sejak Deklarasi Bali, pemerintah bersama korporasi menempuh berbagai cara untuk menunjukkan komitmen terhadap agenda ekonomi berkelanjutan berbasis lingkungan. Mulai dari memperbaiki proses produksi, penggunaan bahan baku ramah lingkungan, mengurangi pemakaian energi fosil hingga mengganti kendaraan operasional dari bensin ke listrik.
Mitratel memilih fokus pada menara ramah lingkungan karena dapat menurunkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah signifikan secara cepat. Selain itu, menara adalah aset utama perusahaan sekaligus alat produksi terpenting dalam mendatangkan revenue. Apabila penggunaan menara ramah lingkungan (green tower) berhasil ditingkatkan, Mitratel bukan hanya lebih cepat mencapai emisi nol bersih, juga menjadi perusahaan terdepan dalam menerapkan prinsip ESG berstandar tinggi.
Menara model baru ini menggunakan glass fiber reinforced polymer (GFRP) sebagai pengganti besi dan baja untuk konstruksi. GFRP adalah bahan komposit yang terdiri dari serat gelas dan resin. Menara berbahan baku GFRP sudah teruji mampu menggendong antenna dan perangkat telekomunikasi lainnya.
Material GFRP bukan berasal dari besi dan baja sehingga tidak butuh energi fosil sebagai alat pembakaran/peleburan. Material GFRP dihasilkan dari Senyawa Concentrate GFRP dengan Resin (biasa disebut perekat). Menara berbahan baku GFRP memiliki bobot 60% lebih ringan dibandingkan bobot menara dari besi baja.
Bobot menara yang ringan akan berdampak juga terhadap kebutuhan konsumsi BBM dan penggunaan energi listrik pada saat operasional pembangunan menara. “Biaya perawatannya juga rendah dan dapat diperbaiki dengan mudah karena tidak ada sambungan permanen. Jadi selain lebih ramah lingkungan, juga lebih murah biayanya,” kata Agus Winarno, Direktur Bisnis Mitratel.
Mitratel sudah menguji kualitas menara berbahan GFRP sejak Juli 2023. Yayasan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri – Institut Teknologi Bandung (Yayasan LAPI ITB) dalam laporan risetnya pada tanggal 4 Maret 2024 menyatakan bahwa menara GFRP telah memenuhi syarat material.
Dengan menerapkan GFRP di satu menara rooftop, Mitratel dapat mengurangi penggunaan baja sebesar 1.748 Kg atau setara dengan pengurangan karbon sebesar 3,2338 ton CO2. Angka ini mengacu pada angka jejak karbon rata rata tertimbang menurut McKinsey dan Asosiasi Baja Dunia.
Dengan asumsi terdapat 265 menara Mitratel yang menggunakan GFRP, maka total pengurangan karbon (carbon reduction) mencapai 856,96 ton CO2 sehingga Mitratel dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon nasional sebesar 0,00036%. “Kedepannya, kami telah menyusun strategi terkait implementasi penggunaan GFRP, diantaranya menjalin kolaborasi dengan mitra strategis, mendorong implementasi 5G, meningkatkan kerjasama dengan pabrikan, dan memperbanyak menara-menara yang menggunakan bahan ramah lingkungan.” kata Agus Winarno.
Mitratel Achieves ISO 37001:2016 Certification, Strengthening Commitment to Anti-Corruption and Governance with Integrity
Jakarta, 16 December 2024 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), as the #1 Digital InfraCo Market Leader in Asia-Pacific, continues to show real commitment to realizing a clean, transparent and integrity business. This step was realized through the Anti-Corruption Commitment Declaration and the acquisition of ISO 37001:2016 certification – Anti-Bribery Management System, as concrete evidence of Mitratel’s commitment to fighting corruption.
ISO 37001:2016 is an international standard designed to prevent, detect and respond to acts of bribery in the public, private and non-profit sectors. In the audit process involving independent auditors, Mitratel succeeded in fulfilling all requirements through two audit stages, namely Document Review and Initial Assessment.
Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) as President Director of Mitratel stated, “This achievement is not just certification, but our strategic step in building a structured, credible and sustainable anti-corruption culture. With ISO 37001:2016, we ensure that all company operational processes have effective bribery risk control.”
More than that, ISO 37001:2016 certification provides a number of benefits for Mitratel, including:
1. Prevent and detect potential bribery practices,
2. Provide minimum anti-bribery management system guidelines,
3. Building guarantees to management, employees, investors and customers that Mitratel applies the principles of clean governance and integrity.
Anti-Corruption and Governance Commitment
Mitratel as a digital telecommunications infrastructure company which has more than 39,000 towers and more than 39,000 KM of fiber optic as of the end of September 2024, ensures that anti-corruption practices are the foundation in serving customers and business partners. This was reflected in the signing of the Anti-Corruption Commitment Declaration, which was held to coincide with World Anti-Corruption Day (HAKORDIA) on December 9 2024.
As a consolidator and catalyst for the telecommunications industry in Indonesia, Mitratel continues to focus on continuous improvement through international management certification.
“Committed to supporting the Indonesian government’s plan to provide equal access to high-quality telecommunications for all communities, Mitratel is the main driver of technology inclusion to all corners of the country. “For this reason, this certification will further strengthen our position as a telecommunications infrastructure company that is trusted and has integrity,” added Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) as President Director of Mitratel.
Mitratel Raih Sertifikasi ISO 37001:2016, Perkuat Komitmen Anti Korupsi dan Tata Kelola Berintegritas
Jakarta, 16 Desember 2024 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), sebagai Market Leader Digital InfraCo #1 di Asia-Pacific, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan bisnis yang bersih, transparan, dan berintegritas. Langkah ini diwujudkan melalui Deklarasi Komitmen Anti Korupsi serta perolehan sertifikasi ISO 37001:2016 – Sistem Manajemen Anti Penyuapan, sebagai bukti konkret komitmen Mitratel dalam melawan korupsi.
ISO 37001:2016 merupakan standar internasional yang dirancang untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons tindakan penyuapan di sektor publik, swasta, dan organisasi nirlaba. Dalam proses audit yang melibatkan auditor independen, Mitratel berhasil memenuhi seluruh persyaratan melalui dua tahap audit, yakni Document Review dan Initial Assessment.
Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) as President Director of Mitratel stated, “This achievement is not just certification, but our strategic step in building a structured, credible and sustainable anti-corruption culture. With ISO 37001:2016, we ensure that all company operational processes have effective bribery risk control.”
Lebih dari itu, sertifikasi ISO 37001:2016 memberikan sejumlah manfaat bagi Mitratel, di antaranya:
1. Mencegah dan mendeteksi potensi praktik penyuapan,
2. Memberikan panduan minimum sistem manajemen antipenyuapan,
3. Membangun jaminan kepada manajemen, karyawan, investor, dan pelanggan bahwa Mitratel menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang bersih dan berintegritas.
Komitmen Anti Korupsi dan Tata Kelola
Mitratel sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi digital yang memiliki lebih dari 39.000 menara dan lebih dari 39.000 KM fiber optic per akhir September 2024, memastikan bahwa praktik anti korupsi menjadi fondasi dalam melayani pelanggan dan mitra bisnis. Hal ini tercermin pada saat penandatanganan Deklarasi Komitmen Anti Korupsi, yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) pada 9 Desember 2024.
Sebagai konsolidator dan katalisator industri telekomunikasi di Indonesia, Mitratel terus berfokus pada perbaikan berkelanjutan melalui sertifikasi manajemen internasional.
“Berkomitmen mendukung rencana pemerintah Indonesia untuk memberikan akses yang merata terhadap telekomunikasi berkualitas tinggi bagi seluruh masyarakat, Mitratel menjadi penggerak utama inklusi teknologi hingga ke pelosok negeri. Untuk itu, sertifikasi ini akan semakin memperkuat posisi kami sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang terpercaya dan berintegritas,” tambah Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) selaku Direktur Utama Mitratel.
Mitratel Posts Net Profit of IDR 1.53 Trillion, Grows 7.1%
JAKARTA – Facing challenges and competition in the service industry telecommunications, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) continues to push healthy and sustainable performance growth by strengthening fundamentals and improve efficiency. The company is also adapting various latest technological developments to answer market needs.
Performance growth is reflected in the achievements in the third quarter of 2024. Company posted revenue of IDR 6.82 trillion, growing 8.7% in comparison the same period last year (year on year/yoy).
The company’s revenue growth was driven by equipment improvements production, especially in tower rental business revenue, grew 8.5% compared to the same period last year. Fiber optic business recorded revenue growth of 89.5% over the same time period.
The Company continues to accelerate the growth of this business segment, both organically and inorganic by carrying out a series of asset acquisitions. By Slowly, the fiber optic business has become a new source of income promising.
“Even though it only contributes 4% of total revenue, the fiber optic business continues shows encouraging development. We are focused on the future develop this business, in addition to continuing to increase market share in the business towers and spur the application of cutting-edge technology across all business lines,” said Mitratel President Director Theodorus Ardi Hartoko, familiarly known as Teddy.
Revenue growth is in line with improved operational performance which can be seen in the increase in the number of towers, fiber optics, collocation and tenant (tenant). The tenancy ratio figure also improved to 1.51x if compared to last year in the same period of 1.50x. This matter shows the company is able to optimize assets and is successful balancing expansion needs with the number of tenants.
Mitratel has 39,259 towers as of the third quarter of 2024, an increase of 5.8% annual. Meanwhile fiber optic assets reached 39,714 km, or 36.7% more longer than last year. As assets grow, so does the number of tenants also increased 6.7% to 59,431 tenants and colocation also rose 8.4%.
“This data shows the investment we have made over several years then, especially in areas outside Java, it continues to produce positive results. We ready to become a strategic partner for the telecommunications operator industry, both in carry out consolidation or expansion to a number of central areas new growth,” said Teddy.
Teddy explained the number of Mitratel towers spread across Java reaching 16,113 units as of the end of September 2024, or accounting for 41% of total. Meanwhile, the remaining 11,337 towers are located in Sumatra (28.9%), Sulawesi with 3,648 towers (9.3%), Kalimantan with 3,772 towers (9.6%), Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra) with 2,657 towers (6.8%), Maluku and Papua as many as 1,732 towers (4.4%). In total, the asset portion towers outside Java reached 59%.
“In the midst of the telco operator industry consolidation trend and expansion agenda them to a number of areas that are developing digital infrastructure what we have now is an advantage in itself. You could say, this This is a blessing from our consistency in carrying out government assignments to ensure equal distribution of telecommunications access throughout the country since several years ago,” said Teddy.
Apart from spurring asset growth and adding new tenants, the company also continue to improve efficiency in all business processes by optimize the use of digital technology. Among other things, implementation OneFlux application that simplifies internal processes at once maximize service to customers.
Digitalization applied in various lines, especially marketing, makes it easier for tenants to rent towers and fiber that suits your needs.
The ability to balance costs and revenues has an impact increased EBITDA by 12.1% to IDR 5.67 trillion, so EBITDA Margin was recorded at 83.1%. After deducting taxes, interest charges, fees depreciation and amortization, the company posted a net profit of IDR 1.532 trillion as of the end of September 2024, growing 7.1%. This net profit is obtained reflecting a margin level of 22.5%.
Mitratel Cetak Laba Bersih Rp1,53 Triliun, Tumbuh 7,1%
JAKARTA – Menghadapi tantangan dan persaingan di industri jasa telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) terus memacu pertumbuhan kinerja yang sehat dan berkelanjutan dengan memperkuat fundamental serta meningkatkan efisiensi. Perseroan juga beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi terbaru untuk menjawab kebutuhan pasar.
Pertumbuhan kinerja tercermin dari pencapaian kuartal III-2024. Perseroan membukukan pendapatan Rp6,82 triliun, tumbuh 8,7% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Pertumbuhan pendapatan perusahaan didorong oleh adanya peningkatan alat produksi terutama pada pendapatan bisnis penyewaan menara, tumbuh 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bisnis fiber optik membukukan pertumbuhan pendapatan 89,5% pada kurun waktu yang sama.
Perseroan terus memacu pertumbuhan segmen bisnis ini, baik secara organik maupun anorganik dengan melakukan serangkaian akuisisi aset. Secara perlahan, bisnis fiber optik telah menjadi sumber pendapatan baru yang menjanjikan.
“Meski baru berkontribusi 4% dari total pendapatan, bisnis fiber optik terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ke depan kami fokus mengembangkan bisnis ini, selain tetap meningkatkan market share di bisnis menara dan memacu penerapan teknologi mutakhir di seluruh lini bisnis,” kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, akrab disapa Teddy.
Pertumbuhan pendapatan sejalan dengan peningkatan kinerja operasional yang terlihat pada peningkatan jumlah menara, fiber optik, kolokasi dan penyewa (tenant). Angka tenancy ratio pun ikut membaik menjadi 1,51x jika dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama sebesar 1,50x. Hal ini menunjukkan perseroan mampu mengoptimalkan aset dan berhasil menyeimbangkan antara kebutuhan ekspansi dengan jumlah penyewa.
Mitratel memiliki 39.259 menara per kuartal III-2024, bertambah 5,8% secara tahunan. Sementara aset fiber optik mencapai 39.714 km, atau 36,7% lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Seiring pertumbuhan aset, jumlah penyewa pun meningkat 6,7% menjadi 59.431 tenant dan kolokasi juga naik 8,4%.
“Data ini menunjukkan investasi yang kami tanamkan sejak beberapa tahun lalu, terutama di daerah luar Pulau Jawa, terus membuahkan hasil positif. Kami siap menjadi mitra strategis industri operator telekomunikasi, baik dalam melakukan konsolidasi ataupun ekspansi ke sejumlah daerah pusat pertumbuhan baru,” kata Teddy.
Teddy memaparkan, jumlah menara Mitratel yang tersebar di Pulau Jawa mencapai 16.113 unit per akhir September 2024, atau menyumbang 41% dari total. Sedangkan sisanya berlokasi di Sumatera sebanyak 11.337 menara (28,9%), Sulawesi sebanyak 3.648 menara (9,3%), Kalimantan sebanyak 3.772 menara (9,6%), Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra) sebanyak 2.657 menara (6,8%), Maluku dan Papua sebanyak 1.732 menara (4,4%). Jika ditotal, porsi aset menara di luar Jawa mencapai 59%.
“Di tengah tren konsolidasi industri operator telko dan agenda ekspansi mereka ke sejumlah daerah yang sedang berkembang, infrastruktur digital yang kami miliki saat ini menjadi keunggulan tersendiri. Bisa dibilang, ini merupakan berkah dari konsistensi kami menjalankan penugasan pemerintah untuk melakukan pemerataan akses telekomunikasi di penjuru negeri semenjak beberapa tahun lalu,” kata Teddy.
Selain memacu pertumbuhan aset dan menambah tenant baru, perseroan juga terus meningkatkan efisiensi di seluruh proses bisnis dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital. Antara lain implementasi aplikasi OneFlux yang menyederhanakan proses di internal sekaligus memaksimalkan pelayanan ke pelanggan.
Digitalisasi yang diterapkan di berbagai lini, terutama pemasaran, memudahkan para penyewa dalam melakukan penyewaan menara dan fiber yang sesuai dengan kebutuhan.
Kemampuan menyeimbangkan biaya dan pendapatan berdampak pada peningkatan EBITDA sebesar 12,1% menjadi Rp5,67 triliun, sehingga EBITDA Margin tercatat 83,1%. Setelah dikurangi pajak, beban bunga, biaya depresiasi dan amortisasi, perseroan membukukan laba bersih Rp1,532 triliun per akhir September 2024, tumbuh 7,1%. Perolehan laba bersih ini mencerminkan tingkat margin sebesar 22,5%.
Excellent! Having superior governance, MTEL wins the 2024 GCG Awards
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk or Mitratel (MTEL) succeeded in winning the Excellence Sustainability Governance Performance category at the 2024 GCG Awards Anugerah night, Tuesday (15/10).
This category appreciates companies that implement good corporate governance with a focus on sustainability, transparency and human resource management. Winning companies are deemed to have a high commitment to sustainability practices and support employee engagement through social and community initiatives.
The award was given by the Attorney General of the Republic of Indonesia St. Burhanuddin. This law enforcement agency is an active partner of the organizers in conducting assessments and judging.
Mitratel President Director Theodorus Ardi Hartoko said this award was not just recognition of the company’s efforts in implementing GCG principles, it was also a reflection of the entire team’s shared commitment to implementing good and transparent governance. “This award will further motivate us to continue to improve our performance and commitment to GCG principles,” said Teddy.
For your information, the 2024 GCG Awards are the result of collaboration between CNBC Indonesia and the Attorney General’s Office with the theme “Advancing Sustainability, Transforming Indonesia” which reflects the country’s unwavering commitment and the business world to sustainable development.
This awards event also highlights the dedication of business actors in developing the business landscape and growing public trust in good corporate governance to drive positive change.
The 2024 GCG Awards also serve as a source of inspiration by showcasing the transformative power of sustainable business practices and business leaders’ unwavering commitment to a greener and more prosperous future.
The awards aspire to inspire a new generation of leaders and innovators, empowering them to adopt sustainable practices and contribute to a brighter, more sustainable future.
By recognizing and celebrating excellence in corporate governance and sustainable practices, the awards aim to inspire, motivate and empower individuals and organizations to shape a more sustainable and prosperous future for all of Indonesia.
Mantap! Punya Tata Kelola Unggul, MTEL Raih Anugerah GCG Awards 2024
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) berhasil meraih penghargaan kategori Excellence Sustainability Governance Performance di malam Anugerah GCG Awards 2024, Selasa (15/10).
Kategori ini mengapresiasi perusahaan yang menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan fokus pada keberlanjutan, transparansi dan pengelolaan sumber daya manusia. Perusahaan pemenang dianggap memiliki komitmen tinggi terhadap praktik keberlanjutan serta mendukung keterikatan karyawan melalui inisiatif sosial dan komunitas.
Penghargaan diberikan oleh Jaksa Agung Republik Indonesia St Burhanuddin. Lembaga penegak hukum ini merupakan partner aktif pihak penyelenggara dalam melakukan penilaian dan penjurian.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan penghargaan ini bukan hanya sekedar pengakuan atas upaya perseroan dalam menerapkan prinsip GCG, juga merupakan refleksi dari komitmen bersama seluruh tim untuk menjalankan tata kelola yang baik dan transparan. “Penghargaan ini akan semakin memotivasi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan komitmen terhadap prinsip prinsip GCG,” kata Teddy.
Sekadar informasi Anugerah GCG Awards 2024 merupakan hasil kolaborasi antara CNBC Indonesia dengan Kejaksaan Agung dengan mengangkat tema “Advancing Sustainability, Transforming Indonesia” yang mencerminkan komitmen tak tergoyahkan negara bersama dunia usaha terhadap pembangunan berkelanjutan.
Acara penghargaan ini juga menyoroti dedikasi para pelaku usaha dalam mengembangkan lanskap bisnis dan menumbuhkan kepercayaan publik pada tata kelola perusahaan yang baik untuk mendorong perubahan positif.
Anugerah GCG Awards 2024 juga berfungsi sebagai sumber inspirasi dengan menampilkan kekuatan transformatif dari praktik bisnis berkelanjutan dan komitmen teguh para pemimpin bisnis untuk masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.
Penghargaan ini bercita-cita menginspirasi generasi baru pemimpin dan inovator, memberdayakan mereka untuk menerapkan praktik berkelanjutan dan berkontribusi pada masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.
Dengan mengakui dan merayakan keunggulan dalam tata kelola perusahaan dan praktik berkelanjutan, penghargaan ini bertujuan untuk menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan individu dan organisasi untuk membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan sejahtera bagi seluruh Indonesia.







