Punya Praktik ESG Terbaik di Industri Infrastruktur Telekomunikasi, Begini Transformasi MTEL
Jakarta – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) konsisten memperkuat tata kelola dan praktik Environmental, Social & Governance (ESG) dan menjadi yang terbaik di industri infrastruktur telekomunikasi. Hal ini menjadi bagian dari upaya Perseroan melakukan transformasi sejalan dengan program strategis Danantara Indonesia dan TelkomGroup.
Perjalanan ESG MTEL ditandai dengan transformasi yang berjalan sejak perusahaan ‘Go Public’. MTEL secara konsisten melakukan penyempurnaan tata kelola, pengelolaan lingkungan, hingga aspek sosial sehingga berhasil meningkatkan profil ESG secara bertahap dari tahun ke tahun.
Perbaikan tersebut tercermin dari ESG Risk Rating Sustainalytics yang mengalami peningkatan signifikan. Pada 2022, Mitratel masih berada pada kategori High Risk dengan skor 34,5. Setahun kemudian, MTEL berhasil menurunkan risikonya ke kategori Medium Risk dengan skor 22,4, sebelum mencapai kategori Low Risk pada 2024 dengan skor 19,3 dan pada tahun 2025 skor menjadi 18,8. Pada 2026, Mitratel mencatat ESG Risk Rating sebesar 18,6 dengan kategori Low Risk, membaik dari 18,8 pada 2025. Capaian ini menempatkan Mitratel pada peringkat ke-28 secara global di sektor telekomunikasi berdasarkan penilaian Morningstar Sustainalytics.
Pencapaian tersebut menempatkan MTEL di peringkat Risiko ESG Terbaik di antara perusahaan menara dan telekomunikasi. Di pasar domestik, Mitratel menempati peringkat 12 untuk ESG Score for Listed Companies in Indonesia serta tercatat dalam Indeks IDX ESG Leaders.
Mitratel juga memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan melalui ISO 26000, dengan pencapaian pada level tertinggi, yaitu “Optimizing & Excellent”, berdasarkan asesmen TÜV SÜD.
“Kerja keras seluruh pihak di Mitratel untuk mencapai target risiko ESG rendah telah berbuah positif dengan adanya pengakuan secara global melalui ESG Risk Rating oleh Sustainalytics. Namun, perjalanan ESG kami tidak berhenti sampai di sini. Kami terus berkomitmen untuk semakin memprioritaskan dan mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam operasi bisnis serta keputusan strategis kami. Dengan upaya tersebut, Mitratel diharapkan dapat lebih berdampak serta memberikan manfaat dan nilai tambah kepada lingkungan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko.
Kendati meraih Low Risk ESG Rating hanya dalam beberapa tahun, transformasi ESG Mitratel tidak terjadi secara instan. Pada tahap awal, MTEL fokus menggarap ESG pada penguatan kepatuhan melalui berbagai sertifikasi internasional, peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi hijau, hingga penyusunan strategi keberlanjutan yang menjadi acuan perusahaan dalam jangka panjang.
Selanjutnya, MTEL memperkuat fondasi tata kelola melalui penerapan sistem manajemen keamanan informasi, penguatan kode etik perusahaan, implementasi mekanisme whistleblowing, serta peningkatan kualitas keterbukaan informasi dan pengawasan dewan terhadap aspek ESG.
Penguatan tersebut juga berjalan beriringan dengan aspek standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta berbagai sertifikasi ISO untuk memastikan operasional perusahaan memenuhi standar yang berlaku. Di lingkungan kerja, MTEL juga berkomitmen membuka kesempatan yang setara serta mendukung keberagaman dan inklusifitas.
Memasuki fase berikutnya, ESG mulai menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan. MTEL memperkuat implementasi sistem manajemen lingkungan, menerapkan praktik anti-suap, meningkatkan transparansi tata kelola, serta berhasil masuk dalam indeks SRI-KEHATI sebagai pengakuan atas komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
Tidak berhenti pada aspek kepatuhan, tahun ini MTEL juga mulai mengembangkan berbagai solusi bisnis yang mendukung agenda keberlanjutan. Salah satunya melalui layanan Power as a Service (PaaS) dan Green Tower as a Service (GTaaS). PaaS mendukung efisiensi pengelolaan energi bagi pelanggan, sementara GTaaS merupakan inisiatif pengembangan menara telekomunikasi yang memanfaatkan energi hijau untuk menciptakan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ke depan, perusahaan menargetkan untuk mempertahankan status Low Risk sekaligus memperluas dampak implementasi ESG terhadap operasional yang sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia maupun TLKM.
Manajemen MTEL menyampaikan bahwa langkah penguatan akan dilakukan melalui pengembangan peta jalan menuju Net Zero 2060 melalui inisiatif dalam Climate Transition Plan, peningkatan investasi yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan, pemanfaatan solusi digital berbasis Internet of Things (IoT), hingga penguatan tanggung jawab sosial perusahaan.
Analis Yosua Zisokhi dari Sinarmas Sekuritas menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa ESG di MTEL telah berkembang dari sekadar fungsi kepatuhan menjadi salah satu pendorong keunggulan kompetitif perusahaan.
“Perbaikan ESG Risk Rating dalam kurun waktu tiga tahun merupakan pencapaian yang menunjukkan adanya konsistensi implementasi, bukan sekadar inisiatif jangka pendek. Hal ini berpotensi memperkuat persepsi investor terhadap kualitas tata kelola dan keberlanjutan bisnis MTEL,” ujar Yosua Zisokhi.
Yosua Zisokhi menambahkan bahwa posisi MTEL sebagai perusahaan dengan ESG Risk Rating terbaik di industri menara telekomunikasi Indonesia juga memberikan nilai tambah di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap faktor keberlanjutan.
“Investor kini semakin mempertimbangkan kualitas ESG sebagai bagian dari penilaian risiko jangka panjang. Emiten yang mampu menunjukkan perbaikan secara konsisten umumnya memiliki daya tarik lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang hanya berfokus pada kinerja finansial,” katanya.
Selain memperkuat reputasi perusahaan di mata investor, implementasi ESG juga dinilai memberikan manfaat nyata terhadap efisiensi operasional. Penggunaan energi yang lebih efisien, digitalisasi proses, serta penguatan tata kelola diyakini dapat membantu perusahaan menjaga profitabilitas sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis di tengah perubahan lanskap industri telekomunikasi.
Bangun Solar Panel System, Mitratel Hadirkan Akses Energi Bersih dan Penerangan Berkelanjutan Bagi Wilayah 3T
Jakarta, 13 Agustus 2026 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (“Mitratel”, IDX: MTEL), perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung penyediaan akses energi berkelanjutan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui Sistem Panel Surya (Solar Panel System). Inisiatif bertajuk “Satu Cahaya, Sejuta Harapan” tersebut merupakan hasil kolaborasi Mitratel dan Social Responsibility Center (SRC) dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, sebagai bagian dari upaya TelkomGroup menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang terukur melalui pemanfaatan infrastruktur dan kapabilitas Grup.
Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana kapabilitas TelkomGroup dapat saling melengkapi dalam menciptakan shared value, sejalan dengan arahan strategis Danantara Indonesia dan Telkom Group. Telkom melalui SRC membawa pendekatan TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan dan dampak masyarakat, sementara Mitratel menghadirkan kompetensi di bidang infrastruktur telekomunikasi dan solusi energi. Sinergi tersebut memungkinkan program sosial tidak hanya menghadirkan manfaat jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bagi peningkatan aktivitas ekonomi dan konektivitas masyarakat di wilayah 3T.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan bahwa akses energi yang andal dan berkelanjutan merupakan salah satu fondasi penting untuk mendorong pembangunan yang inklusif. Dengan menyediakan solusi energi bersih melalui Sistem Panel Surya, Mitratel berharap aktivitas sosial-ekonomi di wilayah 3T semakin bergerak, sehingga masyarakat dapat memiliki penghidupan yang lebih baik dan mampu meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Kami percaya bahwa energi tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk belajar, beraktivitas, dan meningkatkan kesejahteraan. Melalui program ‘Satu Cahaya, Sejuta Harapan’, kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi katalis bagi kemajuan masyarakat sekaligus mendukung transisi menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” ujar Theodorus.
Dalam program tersebut, Mitratel membangun sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas terpasang sebesar 20,4 kWp di lima desa, yaitu Desa Pantai Ketikal dan Desa Limpang di Kalimantan Barat, serta Desa Honuk, Desa Haju Wangi, dan Desa Golo Lijun di Nusa Tenggara Timur. Di kelima desa tersebut, akses energi bersih dinikmati oleh 149 rumah tangga dan tersedia untuk 29 fasilitas publik, yakni sekolah, PAUD, gereja, masjid, posyandu, lampu jalan, kantor desa, dan poskedes.
Mayarakat di kelima desa penerima manfaat tersebut kini dapat menikmati penerangan setiap hari mulai pukul 18.00-22.00. Kehadiran penerangan tersebut menghadirkan perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari membantu anak-anak belajar pada malam hari, meningkatkan produktivitas masyarakat termasuk untuk mendukung persiapan kegiatan pertanian, hingga mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas umum dan aktivitas sosial masyarakat.
Selain memberikan manfaat berupa akses energi bersih, program ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelibatan langsung warga dalam proses instalasi PLTS dan pelatihan teknis untuk pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas. Dengan pendekatan tersebut, warga setempat diharapkan dapat mengelola dan menjaga keberlanjutan sistem penerangan secara mandiri dalam jangka panjang.
Adapun dampak positif program ini bagi Mitratel tercermin dari potensi pertumbuhan bisnis di masa depan. Desa-desa yang teraliri listrik dan jaringan telekomunikasi dapat menjadi pasar baru bagi operator seluler, yang otomatis akan meningkatkan potensi permintaan terhadap layanan menara Mitratel maupun bisnis tambahannya, contohnya yakni Power-as-a-Service (PaaS) yang menawarkan tingkat efisiensi yang lebih tinggi di biaya energi bagi pelanggan dibandingkan penggunaan genset konvensional.
Dampak kuantitatif dari program ini tercermin dari hasil pengukuran Social Return on Investment (SROI) sebesar 3x-3,3x, yang dihitung dari sisi produkivitas SPS sebesar 23.915 kWh dalam satu tahun (Direct Impact), penambahan produktivitas di malam hari (Immediate Impact), dan pembangunan sumber daya manusia di desa melalui pelatihan PLTS dengan menggunakan rata-rata upah teknisi dari data Badan Pusat Statistik (Ultimate Impact). Sebagai gambaran, melalui pengukuran Ultimate Impact, diperkirakan terdapat penambahan upah sebesar 20%dalam periode 1-3 tahun mendatang dari rata-rata upah saat ini.
Melalui inisiatif ini, Mitratel sebagai perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi digital terbesar di Indonesia memperkuat integrasi prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, and Governance) dalam operasional bisnisnya. Dengan turut berperan dalam menghadirkan pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan, Mitratel mendukung agenda pemerintah dalam transisi energi dan pengurangan emisi karbon, sekaligus mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) terkait akses energi bersih dan terjangkau bagi seluruh masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Mitratel Bukukan Kinerja Solid Semester I-2026, Lanjutkan Transformasi Menuju Next-Gen Tower Company
Jakarta, 3 Agustus 2026 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (IDX: MTEL) (“Mitratel”), perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, secara konsisten memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi yang selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia dan Telkom Group. Transformasi tersebut berbuah hasil positif seperti tercermin pada pencapaian kinerja Mitratel selama paruh pertama tahun 2026, ditopang pertumbuhan bisnis yang solid dengan fundamental keuangan yang kuat, profitabilitas yang tetap terjaga, serta akselerasi bisnis digital sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang.
Hingga Semester I-2026, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,69 triliun, meningkat 2,1% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh bisnis penyewaan menara sebagai core business Perseroan dengan kontribusi 81,7% terhadap total pendapatan. Di sisi lain, bisnis fiber terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan semakin berperan sebagai mesin pertumbuhan baru seiring strategi Mitratel membangun ekosistem infrastruktur digital yang terintegrasi.
Mitratel juga membukukan EBITDA sebesar Rp3,89 triliun, tumbuh 0,8% YoY, dengan EBITDA Margin tetap terjaga tinggi di level 82,9%. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp1,11 triliun, meningkat 1,5% YoY, dengan Net Profit Margin sebesar 23,7%. Kinerja tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, serta disiplin pengelolaan biaya sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil implementasi strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten, sesuai dengan arah transformasi Danantara dan Telkom Group untuk memperkuat daya saing Perseroan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang di sektor infrastruktur digital.
“Transformasi yang kami jalankan bukan sekadar memperluas portofolio bisnis, tetapi membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang, dengan dorongan penguatan daya saing, penciptaan nilai tambah, dan peningkatan efisiensi sesuai dengan langkah transformatif Danantara Indonesia dan Telkom Group. Mitratel terus berevolusi dari perusahaan menara menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi melalui pengembangan solusi fiber, Fixed Wireless Access (FWA), hingga Power-as-a-Service (PaaS). Strategi ini memperkuat posisi kami dalam mendukung percepatan digitalisasi Indonesia sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi Perseroan,” ujar Theodorus Ardi Hartoko.
Dari sisi operasional, Mitratel semakin memperkokoh kepemimpinannya sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Hingga Semester I-2026, Perseroan mengelola 40.563 menara, dengan 59% berada di luar Pulau Jawa sebagai wilayah pertumbuhan utama. Strategi ekspansi tersebut berhasil mendorong kolokasi tumbuh 10,3% YoY menjadi 23.303 tenant, sehingga meningkatkan tenancy ratio menjadi 1,57x. Peningkatan tersebut mencerminkan optimalisasi aset yang semakin tinggi sekaligus meningkatnya kepercayaan operator seluler terhadap kualitas infrastruktur Mitratel.
Sebagai bagian dari transformasi menuju Next-Generation Tower Company, Mitratel terus mempercepat pengembangan bisnis fiber yang kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama Perseroan. Hingga Semester I-2026, jaringan fiber tumbuh 13,9% YoY menjadi 74.779 km billable length, memperkuat kapabilitas Mitratel dalam menghadirkan solusi infrastruktur digital yang semakin terintegrasi.
Transformasi tersebut diperkuat melalui pengembangan solusi Fiber-to-the-Tower (FTTT) untuk mendukung layanan Fixed Wireless Access (FWA) serta Power-as-a-Service (PaaS) yang memberikan solusi penyediaan energi yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan bagi operator telekomunikasi. Melalui layanan PaaS, Mitratel juga mengembangkan inovasi Green Tower as a Service (GTaaS) sebagai sumber pendapatan berulang (recurring revenue) baru sekaligus mendukung efisiensi energi pelanggan.
Selain memperluas portofolio bisnis, Perseroan terus meningkatkan operational excellence melalui pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Inovasi AIONIC One digunakan untuk meningkatkan akurasi identifikasi perangkat di setiap menara, memperkuat efektivitas operasional, meningkatkan produktivitas aset, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data.
Ke depan, Mitratel optimistis prospek bisnis jangka panjang tetap positif. Salah satu katalis utama berasal dari rencana pemerintah melaksanakan lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, yang diperkirakan akan mendorong ekspansi jaringan operator secara signifikan, terutama di wilayah rural dan luar Pulau Jawa. Dengan portofolio aset terbesar di Asia Tenggara, kapabilitas analitik berbasis AI, serta fundamental keuangan yang solid, Mitratel berada pada posisi yang strategis untuk menjadi mitra utama operator dalam mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional.
“Dengan fundamental yang kuat, transformasi yang berjalan konsisten selaras dengan arah transformasi Danantara dan Telkom Group, serta disiplin dalam menjaga profitabilitas, kami optimistis Mitratel akan terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham. Kami berkomitmen memperkuat posisi sebagai Next-Generation Tower Company yang menghadirkan solusi infrastruktur digital end-to-end untuk mendukung percepatan transformasi digital Indonesia,” tutup Theodorus Ardi Hartoko.
RUPST Mitratel Setujui Dividen Rp2,08 Triliun, Percepat Transformasi Menuju Next-Generation Tower Company
Jakarta, 30 Juni 2026 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (IDX: MTEL) (“Mitratel”), perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, terus memperkuat kepemimpinannya melalui kinerja keuangan yang solid, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta transformasi menuju Next-Generation Tower Company. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau Rp25,6 per saham, setara dengan 98% dari laba bersih Perseroan, sekaligus menyetujui langkah-langkah strategis yang semakin memperkuat kapabilitas Mitratel sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi.
Sepanjang tahun buku 2025, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, EBITDA sebesar Rp7,83 triliun, serta laba bersih sebesar Rp2,12 triliun, didukung model bisnis berbasis recurring revenue, profitabilitas yang tinggi, dan arus kas operasional yang kuat. Perseroan juga terus meningkatkan kualitas pertumbuhan melalui kenaikan tenancy ratio menjadi 1,57x, yang mencerminkan optimalisasi pemanfaatan aset, serta memperkuat bisnis fiber optik dengan penambahan 6.160 km jaringan secara organik sehingga total jaringan mencapai 57.199 km. Sejalan dengan ekspansi tersebut, Fiber Billable Length meningkat menjadi 70.618 km, mendorong pertumbuhan pendapatan segmen fiber optik sebesar 18,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan portofolio lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik yang terus berkembang, Perseroan semakin memperkokoh posisinya sebagai pemimpin infrastruktur telekomunikasi digital di Indonesia sekaligus menjadi fondasi utama dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional.
RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau setara Rp25,6 per saham, yang mencerminkan dividend payout ratio sebesar 98% dari laba bersih tahun buku 2025. Payout ratio tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di industri dan merupakan tahun kedua berturut-turut Mitratel membagikan dividen dengan payout ratio sebesar 98%, mencerminkan komitmen Perseroan untuk secara konsisten memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham sekaligus mempertahankan kapasitas investasi guna mendukung pertumbuhan jangka panjang. Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi bisnis Perseroan yang dijalankan secara konsisten dengan tetap menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan investasi untuk pertumbuhan masa depan.
“Kinerja tahun 2025 mencerminkan kekuatan fundamental bisnis Mitratel sekaligus menjadi landasan bagi fase pertumbuhan berikutnya. Kami terus menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham melalui dividen yang konsisten, investasi pada peluang pertumbuhan baru, dan transformasi menuju Next-Generation Tower Company. Dengan fondasi tersebut, kami optimistis dapat terus memperkuat kepemimpinan Mitratel sebagai perusahaan infrastruktur digital terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara.”
Seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital, Mitratel terus memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi dan digital melalui pengembangan menara telekomunikasi, jaringan fiber optik, serta berbagai layanan infrastruktur digital bernilai tambah. Didukung skala infrastruktur terbesar di kawasan, jangkauan nasional yang luas, dan model bisnis yang resilien, Perseroan berada pada posisi yang semakin kuat untuk menangkap peluang pertumbuhan dari digitalisasi ekonomi Indonesia.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang tersebut, RUPST juga menyetujui penambahan kegiatan usaha melalui penyesuaian KBLI, termasuk pengembangan layanan Power-as-a-Service (PaaS). Langkah ini menjadi fondasi penting dalam memperluas kapabilitas bisnis Perseroan sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan solusi infrastruktur digital dan energi yang lebih terintegrasi.
Transformasi menuju Next-Generation Tower Company merupakan evolusi strategis Mitratel dalam menghadirkan solusi infrastruktur digital yang semakin komprehensif. Selain tetap menjadikan bisnis menara telekomunikasi sebagai inti usaha, Perseroan juga terus memperkuat kapabilitas pada layanan fiber connectivity, managed services, digital infrastructure, serta solusi energi berkelanjutan guna menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
“Transformasi menuju Next-Generation Tower Company bukan sekadar perluasan portofolio bisnis, tetapi merupakan evolusi strategi Perseroan untuk menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi. Dengan menggabungkan kapabilitas menara telekomunikasi, fiber connectivity, managed services, digital infrastructure, dan solusi energi berkelanjutan seperti Power-as-a-Service, Mitratel siap menjadi mitra utama dalam mendukung percepatan digitalisasi Indonesia sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.”.
RUPST juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan guna semakin memperkuat tata kelola perusahaan, memperkokoh kepemimpinan, serta mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang Perseroan. Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan: (Disesuaikan dengan hasil keputusan RUPST).
Dengan fundamental bisnis yang kokoh, kepemimpinan pasar yang kuat, disiplin keuangan yang terjaga, serta strategi transformasi yang jelas, Mitratel optimistis akan terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara sekaligus menjadi Next-Generation Tower Company yang menghadirkan solusi infrastruktur digital terintegrasi. Perseroan berkomitmen untuk terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham, serta mendukung percepatan pembangunan ekosistem digital Indonesia.
Tentang Mitratel
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (IDX: MTEL) merupakan perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara yang menyediakan infrastruktur telekomunikasi dan infrastruktur digital terintegrasi. Dengan portofolio lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi, jaringan fiber optik yang terus berkembang, serta berbagai solusi infrastruktur digital, Mitratel berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital Indonesia melalui layanan yang andal, efisien, dan berkelanjutan.
Mitratel Dukung Pelestarian Danau Toba melalui Program Penebaran 30 Kilogram Ikan Mas di Samosir
Samosir, 17 Juni 2026 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penebaran 30 kilogram benih ikan mas di kawasan Danau Toba, tepatnya di Sibea-bea, Desa Janji Martahan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh jajaran Direksi dan manajemen Mitratel ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pelestarian ekosistem perairan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sekitar Danau Toba.
Sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional, Danau Toba memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang penting bagi masyarakat setempat. Melalui program penebaran ikan ini, Mitratel berharap dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta mendukung keberlangsungan habitat ikan di kawasan tersebut.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan bahwa keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan. Oleh karena itu, Mitratel terus berupaya menghadirkan program-program sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Mitratel meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan penebaran ikan di Danau Toba ini, kami ingin berkontribusi dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekitar. Kami berharap langkah sederhana ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujar Theodorus.
Kegiatan pelestarian lingkungan di Danau Toba ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Mitratel dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh aspek operasional perusahaan. Sebagai penyedia infrastruktur digital, Mitratel terus menghadirkan berbagai program keberlanjutan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Mitratel telah menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Di bidang energi terbarukan, Mitratel telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Cianjur dan Desa Honuk, Nusa Tenggara Timur, serta terus memperluas program pembangunan PLTS ini ke sejumlah wilayah 3T di Kalimantan dan Sulawesi guna meningkatkan akses masyarakat terhadap energi bersih.
Sementara itu, di sektor lingkungan, Mitratel juga melaksanakan penanaman 2.000 terumbu karang di Kepulauan Seribu sebagai upaya mendukung pemulihan ekosistem laut sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Di sisi operasional, Mitratel juga terus mendorong transformasi menuju bisnis yang lebih ramah lingkungan melalui pengembangan menara rendah karbon berbahan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP), pemanfaatan energi terbarukan, serta implementasi strategi dekarbonisasi sebagai bagian dari komitmen menuju Net Zero Emissions. Pada 2025, emisi gas rumah kaca (GRK) perusahaan tercatat sebesar 37,6 ribu ton CO₂e dengan data yang telah diverifikasi secara independen.
Atas berbagai inisiatif tersebut, Mitratel berhasil mempertahankan kinerja ESG yang positif dengan memperoleh ESG Risk Rating kategori Low Risk dari Morningstar Sustainalytics, menempatkan perusahaan sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan profil risiko keberlanjutan terbaik di Indonesia.
Ke depan, Mitratel akan terus memperluas kontribusi sosial dan lingkungan melalui berbagai inisiatif yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai mitra pembangunan yang bertanggung jawab bagi masyarakat dan lingkungan.
Restorasi Terumbu Karang: Satu Laut, Sejuta Kehidupan
Jakarta, 5 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, TelkomGroup bersama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) menggelar aksi pelestarian lingkungan melalui kegiatan transplantasi terumbu karang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir Indonesia.
Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem paling penting di laut yang berperan sebagai habitat bagi berbagai biota, pelindung alami garis pantai dari abrasi, serta penopang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor perikanan dan pariwisata. Namun, perubahan iklim, pencemaran, dan aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan terus menjadi tantangan bagi kelestarian ekosistem tersebut.
Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan, TelkomGroup dan Mitratel bersama berbagai pemangku kepentingan melakukan penanaman sebanyak 2.000 fragmen karang dan 100 media restorasi karang di perairan Pulau Pramuka. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 30 peserta yang terdiri dari perwakilan TelkomGroup, Mitratel, komunitas lingkungan, pemerintah setempat, hingga masyarakat lokal.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, mengatakan bahwa keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.
“Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kami ingin menegaskan bahwa menjaga kelestarian laut merupakan tanggung jawab bersama. Terumbu karang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, melalui kolaborasi bersama Mitratel dan berbagai pemangku kepentingan, kami berharap aksi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus mendorong semakin banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam menjaga ekosistem laut Indonesia,” ujar Hery.
Selain kegiatan transplantasi karang, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kondisi ekosistem laut, manfaat terumbu karang bagi kehidupan pesisir, serta berbagai tantangan yang dihadapi kawasan laut Indonesia akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari BISA Biru, inisiatif lingkungan TelkomGroup yang berfokus pada pelestarian ekosistem dan penguatan ketahanan lingkungan melalui berbagai program keberlanjutan. Melalui aksi restorasi terumbu karang, TelkomGroup dan Mitratel berupaya mendukung pemulihan habitat laut sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai penyangga kehidupan masyarakat dan keanekaragaman hayati.
Bagi masyarakat pesisir, terumbu karang tidak hanya berfungsi sebagai rumah bagi beragam spesies laut, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan ekonomi dan lingkungan. Karena itu, upaya restorasi yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlangsungan ekosistem sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.
Sejalan dengan semangat Bersama Jadi Bisa, TelkomGroup meyakini bahwa tantangan lingkungan hanya dapat diatasi melalui kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjaga warisan alam Indonesia bagi generasi mendatang.
Melalui kolaborasi dan aksi nyata yang konsisten, TelkomGroup berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga kekayaan laut Indonesia, memperkuat ketahanan ekosistem pesisir, serta mendukung terciptanya masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Mitratel Salurkan 3.388 Paket Daging Kurban, Tebar Berkah hingga Pelosok Negeri
Jakarta, 26 Mei 2026 – Dalam semangat Iduladha 1447 H, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) kembali menggelar program berbagi sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kolaborasi bersama BAZNAS RI dan program Mitratel Berbagi, Mitratel menyalurkan sebanyak 3.388 paket daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah operasional perusahaan, termasuk daerah terdampak banjir di Sumatera.
Program bertajuk “Peduli & Berbagi, Sebar Berkah Untuk Negeri” ini menjadi wujud nyata komitmen Mitratel dalam memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas dan merata.
Pada pelaksanaan tahun ini, Mitratel menyalurkan 242 ekor kambing premium dengan nilai donasi mencapai Rp750 juta. Distribusi bantuan dilakukan melalui jaringan regional Mitratel bersama BAZNAS RI, dengan fokus penyaluran sebesar 70% untuk wilayah operasional perusahaan dan 30% bagi masyarakat yang masih dalam proses pemulihan pascabanjir di Sumatera.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko mengatakan bahwa momentum Iduladha menjadi pengingat pentingnya semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Program kurban ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi menjadi bagian dari komitmen Mitratel untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin semangat berbagi, kepedulian, dan kebersamaan yang menjadi nilai utama Iduladha dapat dirasakan secara nyata, khususnya oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional Mitratel dan saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” ujar Theodorus.
Ia menambahkan, Mitratel percaya bahwa keberadaan perusahaan harus mampu menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan dan memperkuat hubungan baik dengan masyarakat.
“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan kebahagiaan dan keberkahan bagi para penerima. Ke depan, Mitratel akan terus mendorong berbagai program sosial yang inklusif dan berdampak, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengapresiasi kepercayaan Mitratel kepada BAZNAS RI dalam mendistribusikan hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Mitratel sudah beberapa kali berkolaborasi bersama BAZNAS dalam sejumlah program strategis, termasuk dalam penunaian kurban tahun ini. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Sodik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan, BAZNAS RI memastikan seluruh proses distribusi dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama kelompok rentan dan warga terdampak bencana.
“Tingkat konsumsi daging masyarakat Indonesia masih relatif rendah. Dengan bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menghadirkan kebahagiaan pada Hari Raya Iduladha,” ujarnya.
Program Mitratel Berbagi juga melibatkan partisipasi karyawan sebagai bagian dari upaya membangun budaya kepedulian dan gotong royong di lingkungan perusahaan. Melalui inisiatif ini, Mitratel berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di seluruh wilayah operasional perusahaan.
Mitratel Reports Solid Results, Net Profit Reaches IDR 2.1 trillion
Jakarta, March 2026 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (“Mitratel”, IDX: MTEL), as the largest telecommunications tower company in Indonesia, has reaffirmed its position as a leading digital infrastructure provider by delivering solid financial and operational performance throughout FY2025. Amid industry dynamics and global market volatility, the Company has successfully maintained profit growth, strong margins, and sustainable business fundamentals.
Throughout 2025, Mitratel recorded revenue of IDR 9.53 trillion, growing 2.4% year-on-year (YoY). This performance continued to be driven by the tower business as its core business, contributing 81.8% to total revenue, reflecting the resilience and recurring nature of the Company’s business model. Meanwhile, the fiber business line continued to demonstrate accelerated growth, contributing 6% to total revenue and recording a significant growth of 18.1% YoY, strengthening Mitratel’s transformation toward an integrated digital infrastructure provider.
In terms of profitability, the Company recorded EBITDA of IDR 7.83 trillion, increasing by 1.8% YoY, with an EBITDA margin remaining high at 82.2%. Net profit reaches IDR 2.12 trillion, growing 0.6% YoY, with a net profit margin of 22.2%. This performance reflects disciplined strategy execution, sustained operational efficiency, and the Company’s ability to maintain a balance between expansion and profitability.
President Director of Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, stated that this achievement underscores the resilience and relevance of the Company’s long-term strategy. “Mitratel continues to demonstrate consistency in maintaining healthy performance with strong profitability, while strengthening the foundation for long-term growth. We continue to execute our strategy in a disciplined manner to optimize the tower business as the core, while accelerating fiber development as a key enabler of the digital ecosystem,” he said.
Furthermore, the Company will continue to strengthen its position as a Next-Generation Tower Company through optimizing asset utilization, increasing colocation, and expanding customer-driven digital infrastructure services.
“We see growing opportunities in line with the increasing demand for national connectivity. Mitratel will continue to expand its capabilities as a strategic partner for operators and digital industry players, delivering infrastructure solutions that are efficient, scalable, and future-ready,” Theodorus added.
From an operational perspective, as of the end of December 2025, Mitratel operated 40,230 towers, growing 2.1% YoY. The number of colocations increased significantly to 22,854, or grew 11.7% YoY, reflecting strong demand for the infrastructure sharing model. Total tenants reached 63,084, with the tenancy ratio increasing to 1.57x, further emphasizing improved asset productivity. Including resellers, total tenants reached 65,734.
In the fiber segment, billable fiber length reached 70,618 km, growing 15.6% YoY, with the billable ratio increasing to 1.23x. This achievement demonstrates the Company’s success in increasing network monetization while strengthening fiber’s role as a new growth engine.
With strong financial fundamentals, an efficient cost structure, and a focused and disciplined expansion strategy, Mitratel remains optimistic in sustaining its growth momentum, strengthening its leadership position in the industry, and creating sustainable long-term value for shareholders and all stakeholders.
Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun
Jakarta, Maret 2026 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (“Mitratel”, IDX: MTEL), sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, kembali menegaskan posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital terdepan dengan membukukan kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang tahun buku 2025. Di tengah dinamika industri dan volatilitas pasar global, Perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan laba, margin yang kuat, serta kualitas fundamental bisnis yang berkelanjutan.
Sepanjang 2025, Mitratel mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, tumbuh 2,4% secara tahunan (YoY). Kinerja ini tetap didorong oleh bisnis menara sebagai core business dengan kontribusi sebesar 81,8% terhadap total pendapatan, mencerminkan kekuatan model bisnis Perseroan yang resilient dan recurring. Sementara itu, lini bisnis fiber terus menunjukkan akselerasi pertumbuhan dengan kontribusi sebesar 6% terhadap total pendapatan dan pertumbuhan signifikan sebesar 18,1% YoY, memperkuat arah transformasi Mitratel menuju penyedia infrastruktur digital terintegrasi.
Dari sisi profitabilitas, Perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp7,83 triliun, meningkat 1,8% YoY, dengan EBITDA margin yang tetap tinggi di level 82,2%. Laba bersih tercatat sebesar Rp2,12 triliun, tumbuh 0,6% YoY, dengan net profit margin sebesar 22,2%. Kinerja ini mencerminkan disiplin eksekusi strategi, efisiensi operasional yang berkelanjutan, serta kemampuan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi dan profitabilitas.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menyampaikan bahwa pencapaian ini menegaskan ketahanan dan relevansi strategi jangka panjang Perseroan.
“Mitratel terus menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja yang sehat dengan profitabilitas yang kuat, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Kami secara disiplin mengeksekusi strategi untuk mengoptimalkan bisnis menara sebagai core, serta mempercepat pengembangan fiber sebagai enabler utama ekosistem digital,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Perseroan akan terus memperkuat posisi sebagai Next-Generation Tower Company melalui optimalisasi utilisasi aset, peningkatan kolokasi, serta ekspansi layanan infrastruktur digital berbasis kebutuhan pelanggan.
“Kami melihat peluang pertumbuhan yang semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional. Mitratel akan terus memperluas kapabilitas sebagai mitra strategis bagi operator dan pelaku industri digital, dengan solusi infrastruktur yang efisien, scalable, dan future- ready,” tambah Theodorus.
Dari sisi operasional, hingga akhir Desember 2025, Mitratel mengoperasikan 40.230 menara, tumbuh 2,1% YoY. Jumlah kolokasi meningkat signifikan menjadi 22.854 atau tumbuh 11,7% YoY, mencerminkan kuatnya demand terhadap model sharing infrastructure. Total tenant mencapai 63.084 dengan rasio tenancy meningkat menjadi 1,57x, mempertegas peningkatan produktivitas aset Perseroan. Secara keseluruhan termasuk reseller, total tenant mencapai 65.734.
Pada lini fiber, panjang fiber billable mencapai 70.618 km atau tumbuh 15,6% YoY, dengan peningkatan billable ratio menjadi 1,23x. Capaian ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam meningkatkan monetisasi jaringan sekaligus memperkuat peran fiber sebagai growth engine baru.
Dengan fundamental keuangan yang kuat, struktur biaya yang efisien, serta strategi ekspansi yang terarah dan disiplin, Mitratel optimistis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan, memperkuat posisi kepemimpinan di industri, serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Mitratel and AALTO Strengthen Strategic Collaboration to Advance HAPS and Telecommunications Infrastructure in Indonesia
Barcelona – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) and AALTO HAPS Limited (AALTO) have formally signed a Memorandum of Understanding (MoU) to further strengthen their strategic collaboration in advancing High Altitude Platform Station (HAPS) technology and telecommunications infrastructure in Indonesia. The signing took place on the sidelines of Mobile World Congress event in Barcelona (March, 2nd ), marks an important milestone in reaffirming both parties’ commitment to delivering innovative, reliable, and sustainable connectivity solutions across the country.
Under the MoU, AALTO will serve as the provider of HAPS connectivity services and aircraft operations, covering activities related to the deployment, operation, and management of high-altitude platform-based connectivity solutions. Mitratel, a leading telecommunications tower infrastructure provider and an operating company of PT Telkom Indonesia Tbk, will support the collaboration through the provision and management of telecommunications tower infrastructure services necessary for the effective implementation of the initiative.
The expanded scope of cooperation includes the execution of Proof of Concept (PoC) initiatives, the formulation of a structured implementation framework, the identification and assessment of each party’s respective capabilities and potential contributions, as well as the conduct of comprehensive feasibility studies. These studies may encompass business, financial, technical, operational, geographic, commercial, legal, regulatory, and taxation aspects, along with other relevant considerations to ensure prudent planning and execution.
Furthermore, both parties will coordinate and undertake the necessary processes to secure required permits, approvals, and documentation from relevant government authorities and institutions, in full compliance with prevailing laws and regulations.
Theodorus Ardi Hartoko, Chief Executive Officer of Mitratel, emphasized that the collaboration aligns with Mitratel’s commitment to continuously strengthening Indonesia’s national digital infrastructure ecosystem.
“Through this strategic collaboration with AALTO, we aim to develop an integrated synergy model between tower infrastructure and HAPS technology to enhance the quality, coverage, and resilience of telecommunications services in Indonesia. The extension of this Memorandum of Understanding provides a stronger foundation for both parties to undertake comprehensive assessments and prepare a well-measured implementation roadmap in accordance with Good Corporate Governance principles,” he stated in Barcelona on Monday (March 2, 2026).
The collaboration will be carried out with strict adherence to Good Corporate Governance standards and in full compliance with applicable legal and regulatory frameworks in Indonesia and relevant jurisdictions.
Separately, Telkom Director of Strategic Business Development & Portfolio Seno Soemadji said that this collaboration initiative is part of Telkom Group’s strategy to explore future connectivity solutions that complement terrestrial infrastructure.
““This collaboration represents Telkom Group’s long-term strategic intent to architect a futureready, sovereign digital infrastructure for Indonesia. As the digital economy accelerates, resilience and ubiquity of connectivity become matters of national competitiveness. We see HAPS as a potential enabler to expand coverage, strengthen network resilience, and unlock new service models, particularly in challenging and underserved areas. The extension of this MoU provides a structured pathway to ensure that any future implementation is sustainable, well-governed, and aligned with Indonesia’s national digital transformation agenda,” said Seno Soemadji.
Meanwhile, Hughes Boulnois, Chief Executive Officer of AALTO, stated that the strengthening of this collaboration comes amid the growing commercial momentum of Stratospace technology.
“We are reinforcing our collaboration with Mitratel at a time when Stratospace technology is demonstrating increasingly strong commercial potential. With Zephyr’s capability to deliver directto-device connectivity, we can help bridge coverage gaps in Indonesia’s 3T regions while enhancing the resilience of the national network. The commitment of our partners across the Asia-Pacific region positions this region as a key growth hub for AALTO and an integral part of the next chapter of global connectivity,” he said.
With the extension of the MoU through October 2027, Mitratel and AALTO are expanding the scope of their collaboration to further evaluate, refine, and realize the potential synergies between HAPS technology and telecommunications infrastructure, as part of their broader efforts to promote equitable connectivity and accelerate Indonesia’s digital transformation.






