Mitratel and Indosat Ooredoo Hutchison Sign Conditional Sale and Leaseback Transaction Agreement for 997 Telecommunication Towers
The signing of the above agreements is part of accelerating the digital ecosystem to support Indonesia's digital economic growth
Jakarta, 15 February 2023 – PT Dayamitra Telekomunikasi, Tbk. (Mitratel) and Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) entered into a sale and leaseback agreement for 997 telecommunication towers for the next 10 years. This action is an important step for Mitratel to strengthen its dominance in tower ownership in Southeast Asia. With the additional 997 towers resulting from this acquisition, Mitratel’s towers will be more than 36 thousand.
Chief Executive Officer of Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko said, “We are pleased to be able to collaborate with IOH and strengthen our position as the largest telecommunications tower owner in Southeast Asia. The addition of 997 telecommunication towers will ultimately strengthen our ecosystem in the tower business and create greater value for all telecommunication operators who will expand their services and is a form of our commitment to continue to contribute to the growth of Indonesia’s digital economy.”
This transaction is expected to be completed in the first quarter of 2023. In the future Mitratel and Indosat Ooredoo Hutchison will continue to work together and collaborate in strengthening and expanding digital services in Indonesia.
Mitratel dan Indosat Ooredoo Hutchison Menandatangi Perjanjian Transaksi Penjualan dan Sewa Kembali Bersyarat 997 Menara Telekomunikasi
Penandatanganan perjanjian transaksi menara telekomunikasi merupakan bagian dari percepatan ekosistem digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia
Jakarta, 15 Februari 2023 – PT Dayamitra Telekomunikasi, Tbk. (Mitratel) dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menandatangani perjanjian penjualan dan sewa kembali 997 menara telekomunikasi untuk jangka waktu 10 tahun ke depan. Aksi ini merupakan langkah penting bagi Mitratel untuk memperkuat dominasinya dalam kepemilikan tower di Asia Tenggara. Dengan tambahan 997 menara hasil akuisisi ini menara Mitratel akan menjadi lebih dari 36 ribu.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan, “Kami senang dapat berkolaborasi dengan IOH dan memantapkan posisi kami sebagai pemilik menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara. Penambahan sebanyak 997 menara telekomunikasi ini pada akhirnya juga akan memperkuat ekosistem kami di bisnis menara serta menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh operator telekomunikasi yang akan memperluas layananannya serta merupakan bentuk komitmen kami untuk terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.”
Transaksi ini diperkirakan akan selesai pada kuartal pertama tahun 2023. Mitratel dan Indosat Ooredoo Hutchison ke depan akan terus bekerjasama dan berkolaborasi dalam memperkuat dan memperluas layanan digital di Indonesia.
Fundamental terbukti kuat, Mitratel akan fokus monetisasi aset.
Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko atau biasa disapa Teddy, terus melakukan berbagai aksi korporasi untuk mendorong capaian kinerja yang positif di tahun 2023. Berbagai aksi korporasi yang telah dijalani oleh Mitratel baik secara organik maupun non organik pada tahun tahun sebelumnya, berhasil menjadikan Mitratel sebagai pemilik tower terbesar di Asia Tenggara dan dijuluki sebagai Raja Menaradengan jumlah kepemilikan menara lebih dari 35.000.
Teddy menuturkan, fokus Mitratel kini mulai bergerak untuk meningkatkan fundamental melalui monetisasi aset. Mitratel sebagai Tower Provider Independen akan terus aggressive memonetisasi asetnya melalui order dari seluruhMobile Network Operator (MNO) seiring ekspansi jaringan MNO termasuk di luar Jawa. Peningkatan permintaan kolokasi dari MNO tentunya akan berdampak pada tumbuhnya Tenancy Ratio yang pada gilirannya meningkatkan profitabilitas perusahaan.
“Kami yakin nilai perusahaan akan meningkat pesat di tahun 2023, yang didukung oleh kinerja finansial yang baik. Mitratel optimis dengan dominasi pasar yang kuat, Langkah ekspansi bisnis yang kami lakukan secara organik dan non organik akan berdampak pada kinerja finansial kami di tahun ini” kata Teddy.
Walaupun menjadi perusahaan menara dengan jumlah terbesar, tenancy ratio Mitratel masih tertinggal dibandingkan kompetitor. Namun demikian saat ini Mitratel berhasil mencatatkan EBITDA Margin yang sejajar dengan kompetitor. Sehingga dalam jangka pendek sampai menengah kinerja Mitratel diharapkan sudah mampu untuk melampaui kompetitor.
“Setelah Mitratel menjadi pemilik menara terbanyak di Asia Tenggara, kami terus berusaha menjaga agar fundamental perusahaan selalu terjaga dengan memiliki kinerja yang baik dan solid, serta tumbuh di atas rata-rata industri. Masih banyak peluang bisnis yang dapat dijalankan dan pastinya berpotensi memberikan keuntungan, sehingga bisnis ini dapat tumbuh berkelanjutan. Kami akan fokus untuk memberikan solusi end-to-end bagi pelanggan kami dimana sebagai contoh saat ini Mitratel sudah menyiapkan layanan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Energy-as-a-Service (EaaS), dan layanan berbasis satelit, hal ini sulit direplikasi oleh kompetitor lainnya”
“Saya yakin bisnis infrastruktur telekomunikasi masih terus tumbuh dan berkembang serta menjanjikan bagi para investor. Para investor dapat melihat dan mempertimbangkan statistik yang terkait dengan bisnis tower ini di Mitratel, seperti banyaknya jumlah menara, pertumbuhan pendapatan dan tingkat keuntungan yang signifikan, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat saat melakukan investasi. Tidak sulit untuk membayangkan pertumbuhan kapitalisasi pasar Mitratel ke depan, dimana saat ini masuk 30 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar, ambisi kami masuk ke 20 besar atau bahkan 10 besar” ujar Teddy. ***
Acquiring 6,012 km of Optical Fiber, Mitratel Accelerates Digital Infraco’s Transformation
SPA Signing Documentation
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) has once more carried out corporate initiatives through the acquisition of 6,012 km of fiber optics from PT Sumber Cemerlang Kencana Permai (SCKP) & PT Trans Indonesia Superkoridor (TIS). The signing of the Sales & Purchase Agreement (SPA) for the fiber optic acquisition was carried out on December 19, 2022.
Theodorus Ardi Hartoko, The President Director of Mitratel, revealed in a disclosure on the Indonesia Stock Exchange (BEI) that Mitratel had officially signed a binding agreement for the sale and purchase of fiber optic assets. This agreement involves Mitratel as the buyer and PT Sumber Cemerlang Kencana Permai (SCKP) & PT Trans Indonesia Superkoridor (TIS) as the sellers. The acquired optical fiber spans 6,012 km across 86 cities and regencies in Indonesia, connecting 2,436 towers.
It is believed that the procurement of optical fiber, integral to the fiberization process, will impact Mitratel’s performance and its transformation towards becoming a Digital Infraco. Furthermore, the fiber optic acquisition potentially opens up new business opportunities; thus, enhancing value to the company.
Mitratel targets to become a Leading Digital Infrastructure Company (Digital Infraco) in 2023 by strengthening its 5G network service infrastructure, one of which is through the fiberization process.
“The acquisition of fiber optics represents a strategic plan to expedite the fiberization process, corresponding to Mitratel’s primary objective of proceeding with the 5G adoption in the next few years. This action emphasizes the company’s efforts to promote Indonesia’s digital sovereignty,” uttered Theodorus Ardi Hartoko, known as Teddy.
Through this action, it is also anticipated that Mitratel can maintain its momentum in further bolstering asset management and business lines; thus, fostering the growth of more ideal, productive, effective and efficient organizational performance. Subsequently, Mitratel will enhance the company’s value in every area of product and service innovation, both organically and inorganically.
This acquisition is evidence of Mitratel’s commitment to preserve its position as the foremost and most comprehensive telecommunications infrastructure provider, enabling the expansion of their service range for telecommunications operators. Currently, Mitratel has become the largest, most comprehensive and widely reaching network provider in Indonesia. The incorporation of fiber optic ownership enables telecommunications operators to expand their services wherever they are because Mitratel also has satellite connectivity services.
“With the seamless connectivity that we offer, telecommunications operators simply need to specify their desired location and all infrastructure needs can be fulfilled by Mitratel,” said Teddy, always maintaining a good shape due to his love for sports.
Akuisisi 6.012km Fiber Optik, Mitratel Akselerasikan Transformasi Digital Infraco
SPA Signing Documentation
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk “MTEL” Kembali melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi fiber optik sepanjang 6.012 km milik PT Sumber Cemerlang Kencana Permai (SCKP) & PT Trans Indonesia Superkoridor (TIS). Penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sales & Purchase Agreement/SPA) akuisisi fiber optik dilaksanakan pada 19 Desember 2022.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, Mitratel telah melakukan penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli aset fiber optik antara Mitratel sebagai pembeli, dan PT Sumber Cemerlang Kencana Permai (SCKP) & PT Trans Indonesia Superkoridor (TIS) sebagai penjual. Fiber optik yang diakuisisi sepanjang 6.012 km tersebar di 86 kota & kabupaten di Indonesia yang menghubungkan 2.436 tower.
Aksi pembelian fiber optik yang merupakan bagian dari proses fiberisasi diyakini akan berdampak positif pada kinerja dan transformasi Mitratel menuju Digital Infraco. Akuisisi fiber optik juga berpotensi membuka peluang bisnis baru sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Mitratel menargetkan menjadi Perusahaan Infrastruktur Digital Terkemuka (Digital Infraco) pada tahun 2023 lewat penguatan infrastruktur layanan jaringan 5G yang salah satunya melalui proses fiberisasi.
“Akuisisi fiber optik menjadi salah satu langkah yang tepat dalam mendukung percepatan proses fiberisasi yang juga merupakan bagian dari percepatan menuju adopsi 5G yang menjadi target utama Mitratel dalam beberapa tahun kedepan sebagai upaya untuk mendukung kedaulatan digital Indonesia,” ungkap Theodorus Ardi Hartoko selaku Direktur Utama Mitratel yang akrab disapa Teddy.
Melalui aksi ini juga diharapkan Mitratel dapat meneruskan momentum dalam kelanjutan komitmen memperkuat pengelolaan aset dan lini bisnis yang dapat mendorong pertumbuhan kinerja organisasi yang lebih ideal, produktif, efektif, dan efisien. Sehingga, Mitratel akan terus memperkuat nilai tambah perusahaan di setiap fokus inovasi produk dan layanan yang dihadirkan baik secara organik maupun inorganik.
Akuisisi ini merupakan bukti komitmen Mitratel untuk tetap menjadi yang terbesar dan terlengkap serta memberi kemudahan bagi operator telekomunikasi dalam mengembangkan jangkauan layanannya. Saat ini Mitratel telah menjadi yang terbesar, terlengkap dan terluas jangkauannya di Indonesia. Penambahan kepemilikan fiber optik akan mempermudah operator telekomunikasi untuk melakukan ekspansi layanannya dimanapun lokasinya karena Mitratel juga telah memiliki layanan konektivitas satelit.
“Dengan kemudahan konektivtas yang kami tawarkan, operator telekomunikasi hanya perlu menentukan lokasi yang diinginkan dan semua kebutuhan infrastrukturnya dapat dipenuhi oleh Mitratel,” kata Teddy yang selalu tampil bugar karena hobi olahraga nya.
Commissioners, Directors, and Employees of Mitratel Purchased 23,841,500 MTEL Shares
Jakarta, 16 December 2022 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) announced that the Commissioners, Directors, and employees of MTEL have employed their option rights in the Management and Employee Stock Ownership Plan (MESOP) phase-I program, totaling 23,841,500 shares. The purchase price for MESOP MTEL shares in phase I is IDR 720 per share.
The MESOP MTEL program operates adhering to Financial Services Authority Regulation Number 14/P0JK.04/2019, concerning amendments to Financial Services Authority Regulation Number 32/P0JK.04/2015 regarding the augmentation of Public Company Capital by providing pre-emptive rights. Meanwhile, price determination is based on the Decree of the Directors of PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00101/BEI/12-2021, addressing amendments to Regulation Number I-A concerning the listing of shares and equity securities other than shares issued by listed companies.
The implementation of MESOP MTEL program phase I took place from November 1, 2022 to December 12, 2022, with the authorization for pre-listing of supplementary shares for the MESOP MTEL phase I implementation on February 18, 2022.
The realization of MESOP MTEL program phase I does not significantly dilute the shareholders’ ownership in the company. The total number of MTEL MESOP shares phase I allocated to management and employees is 0.028% of the total number of shares.
The enthusiasm of MTEL management and employees in the MESOP program reflects their confidence in the company. “The success of this program represents trust, a sense of ownership, and optimism towards the company’s long-term success. We have solid business fundamentals and a range of programs to ensure sustainable growth. In addition to adding new towers and enhancing tenancy ratios, we are also solidifying the tower business ecosystem. This includes initiatives such as deploying fiber optic and satellite services to provide high-capacity connectivity and ensuring power supply (power-to-tower),” remarked Theodorus Ardi Hartoko, as President Director.
Komisaris, Direksi dan Karyawan Mitratel Borong 23.841.500 Lembar Saham MTEL
Jakarta, 16 Desember 2022. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menyampaikan bahwa Komisaris, Direksi, dan karyawan MTEL melaksanakan hak opsi pada program Management and Employee Stock Ownership Plan(MESOP) tahap I sejumlah 23.841.500 lembar saham. Harga pembelian saham MESOP MTEL tahap I tersebut adalah Rp720 per lembar saham.
Program MESOP MTEL didasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2019 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Sedangkan penetapan harga didasarkan pada Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00101/BEI/12-2021 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.
Pelaksanaan program MESOP MTEL tahap I telah dilakukan pada tanggal 1 November 2022 sampai dengan 12 Desember 2022 dengan persetujuan pra-pencatatan saham tambahan dalam rangka pelaksanaan MESOP MTEL tahap I pada tanggal 18 Februari 2022.
Pelaksanaan program MESOP MTEL tahap I ini tidak menimbulkan dampak dilusi yang material kepada pemegang saham atas kepemilikan saham dalam perseroan. Total jumlah saham MESOP MTEL tahap I yang dieksekusi oleh manajemen dan karyawan adalah sebesar 0,028% dari total jumlah saham.
Antusiasme manajemen dan karyawan MTEL dalam Program MESOP ini merupakan bentuk kepercayaan kepada perusahaan. “Keberhasilan program ini merupakan bentuk nyata dari kepercayaan, rasa memiliki dan optimisme terhadap keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Kami memiliki fundamental bisnis yang kuat dan sejumlah program untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain penambahan tower baru yang disertai program peningkatan tenancy ratio, kami juga memperkuat pembangunan ekosistem bisnis tower, seperti menyediakan connectivity berkapasitas tinggi melalui penggelaran fiber optic dan layanan satelit, serta penyediaan daya (power to tower)” ungkap Theodorus Ardi Hartoko selaku Direktur Utama.
Mitratel Serahkan Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur
Cianjur, 8 Desember 2022. PT. Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel melalui Program Mitratel Berbagi menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak Gempa Cianjur.
Penyerahan bantuan disampaikan langsung oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Dayamitra Telekomunikasi, Tbk. Ian Sigit Kurniawan dan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Budhi Rahayu Toyib, S.Sos, MM di Pendopo Kantor Bupati Cianjur.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Budhi Rahayu Toyib, S.Sos, MM mengapresiasi bantuan Mitratel Berbagi dapat bermanfaat untuk masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Cianjur mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Mitratel yang telah memberikan empati dan terpenting adalah doa terhadap masyarakat Cianjur yang sedang terkena gempa dengan memberikan bantuan dana tunai sejumlah Rp100 juta”, ujarnya.
“Semoga Mitratel semakin jaya, berkembang, dan terus memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia”, tambahnya.
Ian Sigit Kurniawan selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel juga menyampaikan harapannya, agar bantuan yang diberikan ini dapat membantu meringankan beban para warga yang terdampak di Kabupaten Cianjur.
“Mitratel adalah sebagai perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi yang dalam kegiatan bisnisnya banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dalam kesempatan ini Kami menyampaikan rasa turut berduka cita dan berbelasungkawa atas musibah gempa bumi yang melanda Cianjur dan sekitarnya”, ujar Ian.
Selain itu, di hari yang sama Ian juga menyerahkan bantuan kepada beberapa orang karyawan setempat yang juga menjadi korban gempa Cianjur sebagai wujud solidaritas dan empati para Mitratelians dan perusahaan.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya mewakili Management Mitratel dan seluruh Mitratelians menyampaikan rasa belasungkawa, sekaligus menyampaikan donasi keluarga besar karyawan Mitratel kepada karyawan yang terdampak gempa Cianjur,” kata Ian.
Pertemuan ditutup dengan harapan agar bantuan Mitratel yang diserahkan dapat bermanfaat dan semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan warga yang terdampak serta masyarakat Cianjur dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.
Mitratel Menuju Digital Infrastructure Company, Jalin Kerjasama Riset dengan Universitas Telkom
Jakarta, 2 Desember 2022 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk., yang biasa dikenal dengan Mitratel, terus berkomitmen mendukung riset dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan digitalisasi infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Untuk mendukung langkah tersebut, Mitratel bekerja sama dengan Telkom University yang diyakini dapat mempercepat perkembangan industri telekomunikasi menuju visi Indonesia 2045.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Mitratel dan Telkom University dilakukan pada tanggal 2 Desember 2022, di sela-sela Sidang Terbuka Senat Wisuda Program Magister, Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya Periode Telkom University 1 Tahun Pelajaran 2022/2023. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Theodorus Ardi Hartoko dan Rektor Telkom University Prof.Dr.Adiwijaya. S.Si., M.Si.
Theodorus Ardi Hartoko atau akrab disapa Teddy mengatakan, penandatanganan kerjasama Mitratel dengan Telkom University merupakan upaya serius Mitratel dalam mengembangkan digitalisasi infrastruktur telekomunikasi dan mendukung sistem pendidikan serta pengembangan riset dan teknologi. Mitratel sebagai penyedia menara terbesar di Asia Tenggara terus berkomitmen untuk berkontribusi terhadap percepatan digitalisasi Indonesia. Saat ini Mitratel memiliki lebih dari 35.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh seluruh operator telekomunikasi.
Bentuk kerjasama Mitratel dan Telkom University meliputi penelitian di bidang Design & Prototyping yang meliputi New Smart Pole, Design Pole di IKN, Magnetic Infinity Power Generator, Water Fuel Power Generator, dan Infinity life battery bank. Selain itu juga kerjasama di bidang implementasi seperti aplikasi IoT (pengendalian lingkungan), aplikasi berbasis Edge Computing (layanan smart campus), dan aplikasi material tower non baja.
“Kami berharap kerjasama ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya pada lini bisnis kami, tetapi juga pada sistem pendidikan masa depan digitalisasi industri telekomunikasi di Indonesia,” kata Teddy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Dukungan Mitratel ini disambut positif oleh Rektor Telkom University, Prof Adiwijaya. Dikatakannya, bentuk dukungan yang diberikan Mitratel akan memberikan dampak positif bagi Universitas dengan sistem dan fasilitas, serta sumber daya yang siap dioptimalkan untuk bisnis digital dan industri telekomunikasi.
“Kami menyambut positif kerjasama ini dan yakin kerjasama dengan Universitas ini akan menghasilkan bibit-bibit baru yang unggul dari Telkom University yang dapat mendukung percepatan transformasi digital pada industri telekomunikasi di Indonesia,” ujarnya.
Nota kesepahaman ini untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan baik bagi Mitratel maupun Telkom University. Dalam menjalankan bisnis infrastruktur, Mitratel sebagai perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi digital memerlukan penelitian untuk meningkatkan produk dan layanan serta mengoptimalkan sumber daya agar dapat terus tumbuh dan berkembang.
Teddy menambahkan, ke depan Mitratel berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia untuk mempercepat peningkatan sumber daya manusia dalam negeri. Hal ini akan berdampak positif terhadap upaya Indonesia dalam mengembangkan sumber daya manusia agar setara dengan negara-negara maju di dunia.”
Dengan semangat sinergi, Mitratel yakin dan berkomitmen mendukung kemajuan sektor pendidikan Indonesia dengan dukungan riset dan pengembangan teknologi,” kata Teddy.
Mitratel Towards a Digital Infrastructure Company, Establishes Research Collaboration with Telkom University
Jakarta, December 2, 2022 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk., commonly known as Mitratel, continues to be committed to supporting research and technology development to increase the digitalization of telecommunications infrastructure in Indonesia. To support the steps referred to, Mitratel is collaborating with Telkom University which is believed to accelerate the development of the telecommunications industry towards the vision of Indonesia 2045.
The signing of a Memorandum of Understanding (MoU) between Mitratel and Telkom University was carried out on December 2, 2022, on the sidelines of the Senate Open Session for the Graduation of Masters, Bachelors, Applied Bachelors and Associate Expert Programs at Telkom University Period 1 of the 2022 Academic Year/2023. Present at the event were the President Director of PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Theodorus Ardi Hartoko and the Chancellor of Telkom University Prof. Dr. Adiwijaya. S.Sc., M.Sc.
Theodorus Ardi Hartoko or familiarly known as Teddy said that the signing of the Mitratel collaboration with Telkom University was a serious effort by Mitratel to develop the digitalization of telecommunications infrastructure and support the education system and research and technology development. Mitratel as the largest tower provider in Southeast Asia continues to be committed to contributing to the acceleration of Indonesia’s digitalization. Currently, Mitratel has more than 35,000 telecommunications towers spread throughout Indonesia and has been utilized by all telecommunications operators.
The form of collaboration between Mitratel and Telkom University includes research in the field of Design & Prototyping which includes New Smart Pole, Design Pole in IKN, Magnetic Infinity Power Generator, Water Fuel Power Generator, and Infinity life battery bank. Apart from that, cooperation in the field of implementation such as IoT applications (environmental control), Edge Computing-based applications (smart campus services), and non-steel tower material applications.
“We hope that this collaboration will have a positive impact not only on our business lines, but also on the future education system for the digitalization of the telecommunications industry in Indonesia,” said Teddy in a written statement in Jakarta.
This support from Mitratel was welcomed positively by the Chancellor of Telkom University, Prof. Adiwijaya. He said that the form of support provided by Mitratel will have a positive impact on the University with systems and facilities, as well as resources that are ready to be optimized for digital business and the telecommunications industry.
“We positively welcome this collaboration and are confident that collaboration with this University will produce new, superior seeds from Telkom University that can support the acceleration of digital transformation in the telecommunications industry in Indonesia,” he said.
This memorandum of understanding is to create mutually beneficial cooperation for both Mitratel and Telkom University. In order to run an infrastructure business, Mitratel as a digital telecommunications infrastructure provider company requires research to improve products and services and optimize resources so that it can continue to grow and develop.
Teddy added, in the future Mitratel is committed to continuing to expand cooperation with universities in Indonesia to accelerate the improvement of domestic human resources. This will have a positive impact on Indonesia’s efforts to develop human resources so that it is on par with developed countries in the world.”
With the spirit of synergy, Mitratel is confident and committed to supporting the progress of the Indonesian education sector with support for research and technology development,” said Teddy.








